3 Dampak Negatif Membakar Sampah Bagi Kesehatan

Hal tersebut dikarenakan membakar sampah dapat berbahaya bagi lingkungan, dan kesehatan.

Penulis: Hanin Fitria | Editor: Muhammad Fatoni
Shutterstock
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJOGJA.COM - Membakar sampah-sampah kering mungkin sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk mengurangi penumpukan sampah.

Namun ternyata tindakan tersebut dapat membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Baca: Dua Orang Dinyatakan Positif Terserang Antraks

Sebenarnya tindakan ini sudah dilarang oleh undang-undang.

Hal tersebut dikarenakan membakar sampah dapat berbahaya bagi lingkungan, dan kesehatan.

Menurut Alodokter.com gangguan kesehatan yang bisa terjadi, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kronis.

Baca: BMKG Rilis Peringatan Pasang Maksimum saat Fenomena Supermoon

Dilansir Tribunjogja.com melalui Alodokter.com, berikut 3 gangguan kesehatan yang dapat terjadi dari membakar sampah :

1. Asap pembakaran

Asap dari membakar sampah dapat menghasilkan bahan berbahaya, seperti karbonmonoksida, formaldehida, arsenik, dioksin dan furan.

Seseorang yang menghirup asap pembakaran sampah, memiliki risiko paling tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan akibat bahan-bahan tersebut.

Gangguan ini bisa mulai dari yang sederhana, seperti batuk, mata merah atau berair, hidung terasa perih seperti terbakar, mual, dan sakit kepala.

Paparan dioksin bahkan berisiko menyebabkan beberapa jenis kanker, gangguan hati, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, serta gangguan pada sistem reproduksi.

2. Kontaminasi abu dan asap pembakaran

Setelah dibakar, sampah akan menyisakan residu berupa bahan kimia berbahaya, yang bisa saja terserap tanaman sayuran atau buah yang tumbuh di sekitarnya.

Manusia bisa ikut terpapar jika mengonsumsi sayuran dan buah tersebut.

Tidak hanya tanaman, zat berbahaya ini bahkan juga bisa terkandung dalam susu, daging, dan telur dari hewan yang terpapar zat tersebut, melalui tanah yang sudah terkontaminasi.

Bahan makanan ini kemudian juga bisa memengaruhi kesehatan manusia, jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

3. Bermain di sekitar area sisa pembakaran

Selain pada udara, bahan kimia berbahaya ini juga bisa terdapat pada abu sisa pembakaran dan membahayakan anak-anak yang bermain di sekitar area.

Selain itu, membakar sampah bisa juga menyebabkan kebakaran. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved