Sleman

Meski Kasus Terus Menurun, Dinkes Sleman Tetap Waspadai Siklus 5 Tahunan Kasus Demam Berdarah

Meski Kasus Terus Menurun, Dinkes Sleman Tetap Waspadai Siklus 5 Tahunan Kasus Demam Berdarah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Novita Krisnaini menunjukkan contoh Surat Edaran terkait DBD dan Leptospirosis, Kamis (17/01/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaini menyebut ada 144 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama 2018 lalu.

Meskipun demikian, ia menyebut jumlah kasus DBD justru mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya.

Baca: Madsaz, Aplikasi Karya Dosen IPB yang Bisa Terjemahkan Tangis Bayi Usia 0-3 Bulan

"Per tahun penurunannya sampai 50 persen lebih," ungkap Novita di ruangannya, Kamis (17/01/2019).

Novita menjabarkan, untuk 2017 saja, ada 427 kasus DBD, dengan pasien meninggal dunia sebanyak 3 orang. Sementara pada 2016 ada 880 kasus dengan 9 orang meninggal dunia.

Baca: Puncak Musim Penghujan, Dinkes Sleman Imbau Warga untuk Waspadai DBD dan Leptospirosis

Baca: Belum Ada Kasus Leptospirosis di Kota Yogya Hingga Pertengahan Januari 2019

Sedangkan dari 144 kasus DBD di 2018, diketahui ada 1 orang meninggal dunia.

"Sedangkan untuk Leptospirosis di 2018 ada 32 kasus, dengan 3 orang meninggal dunia," jelas Novita.

Meskipun demikian, Novita mengaku di tahun 2019 ini pihaknya lebih mengantisipasi. Sebab tahun ini diperkirakan ada peningkatan kasus DBD.

Baca: Bagaimana Sebaiknya Memilih Makanan Pendamping ASI untuk Si Kecil? Ini Kata Ahli Gizi!

Sebab pihaknya mengacu pada pola siklus 5 tahunan terhadap kasus DBD.

"Apalagi kan saat ini puncak musim penghujan, sehingga rawan terjadi peningkatan kasus," kata Novita.

Itu sebabnya, pihaknya pun menyiapkan surat edaran sebagai imbauan kepada warga untuk mengantisipasi DBD dan Leptospirosis.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dulzaini menyatakan hingga seminggu terakhir, pihaknya mencatat ada 7 kasus DBD yang sudah dilaporkan.

"Kalau untuk Leptospirosis sejauh ini belum ada," kata Dulzaini.(tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved