Surabaya Borong Penghargaan Bidang Lingkungan Hidup dari KLHK

Kota Surabaya menerima tiga penghargaan sekaligus, Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra dari KLHK

IST
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menerima penghargaan The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018 kategori online popular city. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kota Surabaya menerima tiga penghargaan sekaligus, yaitu Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Surabaya menerima tiga penghargaan sekaligus dari KLHK pada 14 Januari 2019," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser di Surabaya, Minggu (13/1/2019).

Kota Tersehat Dunia: Denpasar Kalahkan New York dan Milan, Jakarta Peringkat 25

Wow! Artis VA Dijemput Mobil Dinas Pelat Merah saat Tiba di Bandara Juanda

Menurut dia, tiga penghargaan itu akan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

Tiga penghargaan dari KLHK itu akan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Wali Kota Surabaya.

Dia mengatakan, sejak kepemimpinan Risma, Surabaya tercatat sudah menerima penghargaan Adipura delapan kali berturut-turut.

Bunga 'Sakura' Tabebuya bermekaran di jalan protokol Kota Surabaya
Bunga 'Sakura' Tabebuya bermekaran di jalan protokol Kota Surabaya (SURYA/TRIBUNNEWS)

Hal ini, lanjut dia, karena Surabaya dinilai konsisten mewujudkan kebersihan dan keindahan kota.

"Tujuan utamanya bukanlah mendapat sebuah penghargaan atau piala, namun bagaimana mewujudkan supaya Surabaya tetap menjadi kota yang bersih dan nyaman," ungkapnya.

Terakhir, Surabaya menjadi kota favorit di ajang penghargaan bergengsi dunia "The 4th Guangzhou International Award for Urban Innovation" yang digelar di Guangzhou China pada 7 Desember 2018.

Partisipasi Masyarakat

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, keberhasilan Surabaya dalam hal kebersihan lingkungan tidak lepas dari partisipasi masyarakatnya.

Menyelam 35 Meter, Serda Satria Margono Akhirnya Temukan CVR Pesawat Lion AIr JT 610

Pada 2003, lanjut dia, Surabaya mengalami masalah besar sampah. Saat itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan sering banjir selama musim hujan.

Hampir 50 persen dari total wilayah Surabaya banjir pada waktu itu. Untuk mengatasi masalah ini, Risma mengajak partisipasi masyarakat yang kuat untuk bekerja bahu membahu dengan pemerintah kota dalam melakukan pengelolaan limbah.

Bunga Tabebuya bermekaran di awal musim hujan. Pohon romantis ini ditanam di sejumlah jalan utama protokol Kota Surabaya
Bunga Tabebuya bermekaran di awal musim hujan. Pohon romantis ini ditanam di sejumlah jalan utama protokol Kota Surabaya (IST/PEMKOT SURABAYA)

Alasan mengajak partisipasi masyarakat, menurut Risma, karena Kota Surabaya memiliki masalah besar untuk diselesaikan, tetapi dengan anggaran terbatas yang tersedia.

Oleh karena itu, pihaknya kemudian menciptakan berbagai macam program dan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak membebani anggaran lokal, di antaranya yakni mengajak masyarakat untuk ikut berperan serta bersama pemerintah mengatasi permasalahan sampah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved