Bisnis

Mega Hub JNE Targetkan Tangani Satu Juta Paket Per Hari

Sejak berkembangnya bisnis ecommerce pada tahun 2010 di Indonesia, pertumbuhan juga dirasakan oleh bisnis kurir ekspres yakni JNE

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
istimewa
Logo JNE 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak berkembangnya bisnis ecommerce pada tahun 2010 di Indonesia, pertumbuhan juga dirasakan oleh bisnis kurir ekspres yakni JNE.

Pertumbuhannya dapat mencapai 30 persen hingga 40persen per tahun. Hingga hari ini, jumlah paket pelanggan yang dikirimkan oleh JNE terus bertambah dari waktu ke waktu.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kiriman yang ditangani mencapai rata-rata 19 juta paket per bulan, bahkan dapat meningkat lebih dari 20 juta paket pada momen Ramadan dan Idul Fitri lalu.

Peningkatan jasa pengiriman juga dirasakan di akhir tahun lalu. Ini diakui oleh JNE. JNE mengklaim kondisi pengiriman menjelang tahun baru 2019 meningkat namun untungnya tidak terdapat kendala yang berarti.

Hal ini menurut JNE berkat upaya pihaknya meningkatkan beberapa sektor penting, seperti SDM, infrastruktur dan jaringan, serta IT seiring dengan peningkatan jumlah pengiriman.

Peningkatan sektor penting tersebut, membuat JNE dapat menjalankan beberapa strategi distribusi agar pengantaran dapat dilakukan dengan lebih lancar.

Baca: Sleman City Hall Suguhkan Funtastic January 2019

Baca: Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta, Sultan: Namanya NYIA Saja

M Feriadi Presiden Direktur JNE menjelaskan contoh dari peningkatan yang dilakukan untuk mengembangkan kapasitas pengiriman yang bertambah dari tahun ke tahun yakni tengah dibangunannya Mega Hub di wilayah Tangerang Banten, tepatnya di dekat airport Soekarno-Hatta.

"Infrastruktur baru ini akan mendorong percepatan sorting process paket – paket pelanggan sehingga JNE akan dapat menangani hingga 1 juta paket per hari ke berbagai destinasi," katanya lewat keterangan tertulis, Selasa (8/1/2019).

Tak hanya itu, lanjut Feriadi, pihaknya juga mengembangkan dan meningkatkan produk JTR untuk kebutuhan full truck dan moving serta menyediakan solusi warehouse/fulfillment.

Pembangunan proyek Mega Hub tersebut dibangun di atas tanah seluas 39.000 meter persegi, bangunan itu akan memiliki kapabilitas untuk menangani sekitar 30 juta paket per bulan atau kurang lebih satu juta paket per hari atau sama dengan 48 ribu paket per jam.

Dengan kapasitas tersebut, JNE memastikan siap menangani lebih banyak lagi amanat pelanggan dan mendistribusikan hingga ke pelosok Nusantara mau pun 250 negara di semua benua.

Baca: MPM PP Muhammadiyah Beri Pendampingan bagi Kelompok Marjinal

Proyek ini ditargetkan akan selesai dibangun pada kuartal keempat di tahun 2019. Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu langkah JNE dalam mewujudkan misinya untuk menjadi perusahaan rantai pasok global terdepan di dunia.

Hingga hari ini, jumlah paket pelanggan yang dikirimkan oleh JNE mencapai rata-rata 19 juta paket per bulan, bahkan meningkat lebih dari 20 juta paket pada momen Ramadhan dan Idul Fitri lalu.

"Itu berarti setiap hari JNE mengirimkan sekitar 600 ribu paket ke berbagai tujuan di dalam mau pun luar negeri," kata Feriadi.

Dengan jumlah kiriman yang makin meningkat setiap tahunnya, pihaknya mengakui pada akhir tahun 2018 lalu terdapat kendala terjadi dalam pengiriman. Kendala ini terjadi pada pihak kargo udara atau maskapai.

"Dimana untuk pengiriman antar pulau ke beberapa destinasi terhambat karena berkurangnya jadwal penerbangan," jelasnya.

Baca: Yuk, Belajar Sehat dan Panjang Umur dari Penduduk 5 Kota Blue Zones Ini

Hal ini berdampak langsung kepada JNE dan para perusahaan jasa pengiriman lainnya karena paket amanah para pelanggan terhambat didistribusikan oleh pihak maskapai penerbangan dan menumpuk di gudang kargo udara dimana wilayah tersebut di luar kewenangan seluruh perusahaan jasa pengiriman ekspres.

Permasalahan ini juga telah disampaikan kepada Asperindo oleh JNE dan perusahaan jasa pengiriman lainnya, dan untuk informasi selanjutnya terkait hal ini dapat menghubungi Asperindo.

"Hanya di akhir tahun tersebut dimana terjadi penurunan kualitas pelayanan oleh pihak maskapai penerbangan terhadap perusahaan jasa pengiriman," ujarnya. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved