MPM PP Muhammadiyah

MPM PP Muhammadiyah Beri Pendampingan bagi Kelompok Marjinal

Kelompok Marjinal Kurang Mendapat Perhatian, MPM PP Muhammadiyah Beri Pendampingan

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
MPM PP Muhammadiyah menggelar Outlook MPM for Indonesia 2019 di Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah berupaya untuk terus melakukan pendampingan terhadap kelompok marjinal.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin mengatakan, MPM PP Muhammadiyah mencoba merefleksikan kelompok termarjinalkan menjadi bagian yang kurang mendapat perhatian dalam porsi kebijakan pembangunan.

"Indonesia besok sudah pemilu ke-12. Indeks di Indonesia itu justru trennya bukan naik tapi trennya justru turun," kata Yamin di sela-sela acara acara “Outlook MPM for Indonesia 2019” di Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca: MPM PP Muhammadiyah Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Lanjut Yamin, hal ini tentu membawa implikasi bahwa ada sebagian kelompok masyarakat yang belum terangkat nasibnya.

Oleh karena itu MPM PP Muhammadiyah mencoba mengingatkan kepada semua pihak terutama pada pemangku kepentingan kelompok masyarakat yang selama ini kurang diuntungkan dalam proses pembangunan.

Misalnya pada petani, nelayan. Setiap program MPM PP Muhammadiyah berhubungan dengan masyarakat, khususnya pada petani ada banyak keluhan terkait nasib petani.

Baca: Penuhi Panggilan ORI, Rektor UGM Dicecar 7 Pertanyaan Terkait Penanganan Kasus Pelecehan Seksual

Yamin menjelaskan, sudah ada kebijakan-kebijakan yang propetani maupun nelayan dari hulu sampai hilir, dari proses produksi sampai pascaproduksi.

"Bukan berarti pemerintah abai, tidak, tentu sudah ada program-program pemerintah yang mengangkat nasib kaum marginal ini. Tetapi persoalannya kenapa ini belum bisa teratasi?," lanjutnya.

Dari waktu ke waktu, MPM PP Muhammadiyah melihat pada tahun 2019 ini dalam situasi politik, di mana konsolidasi sampai pada validasi akan terjadi pada 2019. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved