Lifestyle

Jika Ingin Berat Badan Turun, Seberapa Banyak Karbohidrat yang Harus Dikonsumsi?

Selain itu, makan terlalu sedikit karbohidrat (di bawah 100 gram sehari) dapat memengaruhi memori, menurut Institute of Medicine per USDA.

Editor: Ari Nugroho
ist
Ilustrasi 

Jika kamu tidak kehilangan berat badan setelah minggu pertama, maka kamu dapat mencoba menurunkan jumlah karbohidrat itu, kata Blom.

Sebaliknya, jika berat badan turun, namun kamu merasa tidak bertenaga, cobalah tingkatkan asupan karbohidrat sedikit dan lihat bagaimana perasaan dan bagaimana berat badan kamu merespons.

Pastikan juga untuk tidak mengasup karbohidrat melebihi 65 persen dari asupan kalori harian.

"Ini akan memberi lebih sedikit ruang untuk protein dan asupan lemak sehat, yang akan mendukung rasa kenyang dan manfaat penurunan berat badan lainnya," katanya.

Baca: Diet Telur Tak Melulu Baik untuk Kesehatan, Ini Faktanya

Kunci untuk mempertahankan kontrol karbohidrat adalah makan jenis karbohidrat sehat, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan bahkan produk susu, serta menjaga porsi tetap terkendali, kata Blom.

Sumber karbohidrat sehat ini juga dikemas dengan serat, yang mengenyangkan lebih cepat dan mengekang nafsu makan lebih baik.

Bisakah kamu makan karbohidrat terlalu sedikit?

Jumlah karbohidrat yang kamu butuhkan bervariasi dari orang ke orang, kata Brissette.

Beberapa orang merasa lebih baik dengan diet rendah karbohidrat, sementara yang lain merasa lelah dan tidak bertenaga.

Karbohidrat juga dikenal untuk meningkatkan kinerja atletik, terutama pada intensitas tinggi.

“Atlit membutuhkan makanan kaya karbohidrat sebelum berlatih untuk menyimpan lebih banyak glikogen di otot mereka sebagai bahan bakar otot kerja mereka. Mereka juga membutuhkan sumber karbohidrat cepat terbakar selama latihan intensif atau latihan ketahanan, dan lebih banyak karbohidrat setelah latihan untuk mengisi dan memulihkan,” katanya.

Selain itu, makan terlalu sedikit karbohidrat (di bawah 100 gram sehari) dapat memengaruhi memori, menurut Institute of Medicine per USDA.

Pengurangan karbohidrat secara drastis juga dapat berdampak pada mood, menurut Brissette.

Baca: Mengapa Kita Lebih Suka Makanan Berlemak dan Tinggi Karbohidrat?

"Karbohidrat adalah sumber energi pilihan otak, dan mereka meningkatkan pelepasan serotonin, neurotransmitter yang mengangkat suasana hati dan membuat merasa bahagia," kata Brissette.

"Itulah sebabnya diet rendah karbohidrat dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih tinggi."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved