Menguak Misteri Candi Penataran
Candi Ikonik Ganesha Jadi Simbol Utama Kodam V/Brawijaya
Reruntuhan Candi Palah pertama kali tercatat pada laporan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles Inggris pada 1815. Tapi sampai 1850 terabaikan
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Sekelling dinding candi pada teras pertama terdapat relief cerita Ramayana. Untuk dapat membacanya harus mengikuti arah prasawiya, dimulai dari sudut barat laut.
Petunjuk Hutan Kuno yang Membentang dari Prambanan Hingga ke Kulon Progo
Pada teras kedua sekeliling dinding dipenuhi pahatan relief ceritera Krçnayana yang alur ceriteranya dapat diikuti secara pradaksina (searah jarum jam). Sedangkan di teras ke tiga berupa relief naga dan singa bersayap.
Teras ketiga bentuknya hampir bujur sangkar, dinding-dindingnya berpahatkan arca singa bersayap dan naga bersayap. kepalanya sedikit mendongak ke depan sedangkan singa bersayap kaki belakangnya dalam posisi berjongkok sedang kaki depan diangkat ke atas.
Pada sisi sebelah barat daya halaman terdapat dua buah sisa bangunan. Sebuah candi kecil dari batu yang belum lama runtuh yang oleh orang Belanda dulu dinamakan klein heligdom atau bathara kecil.
Tampaknya candi inilah yang mula-mula dibuat bersamaan dengan prasasti Palah melalui upacara pratistha tersebut. Sebuah sisa yang lain berupa fondasi dari bata. Kedua sisa bangunan ini menghadap ke arah barat daya.
Sederet dengan sisa kedua bangunan ini berdiri sebuah linggapala yang disebut prasasti Palah. Dalam area komplek percandian juga terdapat sebuah kolam berangka tahun 1337 Saka atau 1415 Masehi yang terletak di belakang candi sebelah tenggara dekat aliran sungai.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/candi-palah-atau-candi-penataran_8.jpg)