Tahun Baru 2019

Sejarah, Bahan-bahan dan Cara Membuat Kembang Api yang Berwarna-warni

Pesta kembang api selalu menjadi atrasksi yang paling ditunggu-tunggu di malam pergantian tahun. Sebenarnya apa saja bahan untuk membuat kembang api?

Sejarah, Bahan-bahan dan Cara Membuat Kembang Api yang Berwarna-warni
Tribun Jogja/ Obed Doni Ardiyanto
Suasana pesta kembang api di Simpang Tugu Pal Putih Yogyakarta, Senin (1/1/2018) 

TRIBUNJOGJA.com - Pesta kembang api seolah menjadi menu wajib pada detik-detik perayaan malam pergantian tahun.

Semua mata memandang bagaimana kembang api dilesatkan ke angkasa, kemudian meledak menciptakan ledakan berwarna-warni dan berbagai bentuk.

Tapi tahukah kamu bagaimana sejarah dan cara kerja kembang api?

Tahukah kamu bahwa kembang api berasal dari Cina sekitar 2.000 tahun yang lalu. Legenda yang paling lazim menyebutkan bahwa kembang api ditemukan oleh seorang juru masak Cina yang bekerja di dapur lapangan yang kebetulan mencampur arang, belerang dan asam sendawa (semua biasanya ditemukan di dapur pada masa itu).

10 Tempat Pesta Kembang Api di Yogyakarta saat Malam Tahun Baru 2019

Campuran dibakar dan saat dikompres dalam selungkup (tabung bambu), campuran tersebut meledak.

Beberapa sumber mengatakan bahwa penemuan kembang api terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu, sementara sumber lainnya menemukan kejadian itu pada abad ke 9 selama dinasti Song (960-1279), meskipun ini bisa menjadi kebingungan antara penemuan bubuk mesiu oleh si juru masak dan penemuan petasan.

Ada pula yang menyebut bahwa kembang api mungkin berasal dari India, namun dalam edisi online The Hindu, sebuah surat kabar nasional India tanggal 18 Oktober 2003, orang-orang China disebutkan sebagai penemu bubuk mesiu.

Seorang biksu Cina bernama Li Tian, ​​yang tinggal di dekat kota Liu Yang di Provinsi Hunan, disebut-sebut merupakan penemu petasan sekitar 1.000 tahun yang lalu. Orang-orang China merayakan penemuan petasan itu setiap tanggal 18 April. Selama Dinasti Song, orang-orang setempat mendirikan sebuah kuil untuk menyembah Li Tian.

Sampai hari ini wilayah Liu Yang di Provinsi Hunan tetap menjadi area produksi utama di dunia untuk kembang api. Penting untuk mengingat asal mula kembang api, karena seringkali pencela industri kembang api mengatakan bahwa kembang api diproduksi di China untuk memanfaatkan tenaga kerja murah. Tapi kenyataannya adalah bahwa industri kembang api ada di China jauh sebelum kemunculan era modern dan jauh sebelum disparitas tingkat upah di timur-barat.

Di era modern, industri kembang api Amerika benar-benar mulai mempengaruhi pabrikan China menyusul normalisasi hubungan Presiden Nixon dengan pemerintah Komunis China di awal tahun 1970an. Sebelum saat itu, bisnis dilakukan antara perusahaan A.S. dan China melalui pialang Hong Kong dengan sedikit atau tanpa kontak langsung dengan produsen daratan.

BERITA FOTO : Pemandangan Megah Pesta Kembang Api di Candi Prambanan

Halaman
123
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved