Kuliner

Kuliner Gunung Kidul, Gurihnya Ungkrung Ulat Jati Goreng dengan Bumbu Bawang Putih dan Garam

Kuliner Gunung Kidul ungkrung ulat Jati goreng cukup menantang untuk dicoba! Digoreng dengan bumbu bawang putih dan garam, rasanya gurih dan kaya

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Yoseph Hary W
via bakpiamutiarajogja.com
Menu masakan ungkrung ulat Jati 

Menurutnya, menu ungkrung ulat Jati biasa disajikan dengan cara dimasak, paling populer digoreng dengan bumbu bawang putih dan garam.

"Saya dengar kabar kalau satu kilo ungkrung harganya mencapai Rp 70 ribu, itupun campur dengan ulat jati," katanya.

Edy mengatakan hampir seluruh warga Dusun Kampung Lor mencari ungkrung pada pagi hari untuk dikonsumsi.

Menurutnya ungkrung sangat lezat saat dimakan pada sarapan pagi hari, warga bisa mendapatkan berkilo-kilo ungkrung dalam satu kali pencarian.

Hasil warga Ngawen Gunungkidul mencari ungkrung
Hasil warga Ngawen Gunungkidul mencari ungkrung (Tribunjogja/Wisang Seto Pangaribowo)

Baca: Rekomendasi 5 Warung Bakmi Jawa Enak di Yogyakarta yang Wajib Dicoba

"Setelah digoreng sangat enak untuk pendamping sarapan," tuturnya.

Sumber protein

Sementara itu warga Wareng, Wonosari, Gunung Kidul, Kismaya mengatakan dirinya juga gemar makan ungkrung karena rasanya gurih dan kaya protein.

"Dulu awalnya setelah makan gatal-gatal, saat saya masih kecil tetapi sekarang saat makan saya tidak merasa gatal," ungkapnya.

Ia mengatakan biasanya diberi ungkrung dari tetangga sekitar yang turut mencari ungkrung disekitar rumahnya.

"Kalau dapat biasanya cuma digoreng saja dengan bawang putih, garam, dan sedikit penyedap rasa," tuturnya.

Kepala bidang tanaman pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, ungkrung adalah sumber protein tinggi.

"Serangga seperti ungkrung menjadi pakan alternatif untuk mengatasi kekurangan gizi karena ungkrung mengandung protein tinggi," katanya.

Raharja menjelaskan metamorfosis yang dialami ungkrung berawal dari telur, larva, pupa, imago. Imagonya berwujud kupu-kupu berwarna kuning.

"Rupanya itulah yang disebut ungkrung oleh masyarakat Gunungkidul, Selain di pohon jati, ulat dan ungkrung juga berada di pohon besi yakni, di daerah Kecamatan Semanu dan Rongkop. Jika dikonsumsi rasanya lebih enak,” ucapnya.

Bukan hama

Ungkrung atau ulat jati menurutnya bukanlah hama tanaman, munculnya saat musim semi.

Bertahun-tahun, menurutnya, tidak ada laporan masyarakat yang ulat jati merusak tanaman.

"kedatangan ulat maupun ungkrung justru ditunggu sebagian masyarakat," tutupnya.

(wsp/tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved