Gunungkidul

Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Gunungkidul Masih Tinggi

Kabupaten Gunungkidul selalu mendapatkan peringkat 3 DIY, terkait banyaknya kasus kekerasan Perempuan dan anak.

Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Gunungkidul Masih Tinggi
TRIBUNJOGJA / Wisang Seto
Sudjoko, Kepala Dinas P3AKBPD Gunungkidul saat melakukan penjelasan pada kegiatan hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Balai desa Baleharjo, Selasa (11/12/2018). 

Sementara itu Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa, Suharti mengimbau kepada masyarakat jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Hambatannya memang masih banyak yang menganggap terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah aib bagi dirinya," tuturnya.

Selain itu ia mengungkapkan pada kekerasan pada anak tiap tahun semakin bertambah dan yang membuat miris rentan umur yang mengalami semakin menurun.

"Dari data yang kami catat rentan umur yang terbanyak terkena kasus kekerasan pada anak berkisar pada anak 12-17," katanya.

Menurutnya banyak kasus yang dilatar belakangi dari pengaruh negatif perkembangan teknologi.

Baca: Selama 2018, Jumlah Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan di Sleman Mencapai 380 Kasus

Selain itu ada pul faktor cara pandang masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai objek seksual.

"Ada istilah rape culture, misalnya perempuan yang sedang berjalan diganggu dengan siulan, dicolek-colek masyarakat masih menganggap itu sebagai hal yang lumrah," ucapnya.

Menurutnya budaya seperti itu melanggengkan kekerasan terutama kepada perempuan, tidak semata-mata faktor negatif dari perkembangan teknologi.

Suharti mengucapkan beberapa kendala mengapa kekerasan pada perempuan sedikit orang yang berani melaporkan, satu diantaranya adalah perempuan yang menjadi korban dapat juga disalahkan oleh masyarakat.

"Misalnya masyarakat mempermasalahkan baju yang digunakan korban kekerasa seksual terhadap perempuan, jadi mereka enggan melaporkan karena dinilai menjadi penyebab kasus kekerasan seksual terjadi," ucapnya.

Ia mengimbau kepada korban kekerasan agar berani mencari perlindungan minimal mencari orang yang dipercaya untuk bercerita.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved