Bantul

Festival Teater Bantul Jadi Sarana Regenerasi Seni Teater di Bantul

Festival tahunan ini digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan Paguyuban Teater Bantul.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Fathonaty
Penampilan peserta Festival Teater Bantul di gedung Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Minggu (9/12/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 17 kelompok teater mengikuti Festival Teater se-kabupaten Bantul, Minggu (9/12/2018) sore di gedung Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta.

Festival tahunan ini digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan Paguyuban Teater Bantul.

Ketua Paguyuban Teater Bantul Unang Siopeking mengatakan ajang ini bertujuan sebagai regenerasi pelaku seni teater di Bantul.

Digelar kedua kalinya, festival ini memang wujud apresiasi pada 30 kelompok teater di Bantul.

"Festival ini sebagai ajang proses munculnya bibit-bibit baru. Secara prinsip sebagai media konsolidasi untuk regenerasi," kata Unang ditemui di sela acara.

Baca: Peringati 47 Tahun Eksistensi di Dunia Seni, Teater Alam Gelar Pentas Bertajuk Montserrat

Bahkan kata Unang, para anggota tiap kelompok yang terlibat diwajibkan warga asli Bantul.

"Kita wajibkan penulis naskah, pemain, semua warga Bantul. Karena kami punya prinsip regenerasi," jelasnya.

Selain itu, ia ingin agar seni teater ini tak menjadi kesenian yang hanya bisa dinikmati dan dilakoni oleh kalangan tertentu saja.

"Kita ingin kesenian teater ini tidak jadi kesenian eksklusif tapi inklusif. Tapi jadi hiburan pertunjukan rakyat tidak terbatas kalangan seniman dan pemerhati," ujarnya.

"Agar masyarakat bisa turut mengapresiasi dan menjadi pelaku," imbuhnya.

Ia optimis, teater di Bantul dapat terus bergeliat. Karena menurut pengamatannya, potensi seni teater di Bantul sangat bagus.

"Potensinya bagus, maka diadakan festival ini setiap tahun," kata Unang.

Baca: Teater Djarum Pentaskan Nara Sebagai Simbol Keteguhan Hidup Perempuan

Lain sisi, seni teater ini menjadi sarana masyarakat untuk mengungkapkan kegelisahan mereka tentang apa yang terjadi di lingkungan saat ini.

Seperti pementasan yang dibawakan oleh kelompok teater Arum Sari Sedayu.

Mereka mengusung tema kebhinekaan dalam pertunjukan mereka.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved