Gunungkidul

2 EWS Longsor di Gunungkidul Rusak Ringan

Sejumlah dua buah EWS di Desa Tegalrejo dan Watugajah, Kecamatan Gedangsari mengalami rusak ringan.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto P
BPBD saat membersihkan di area longsor serta mengambil foto untuk keperluan data, Rabu (28/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah dua buah Early Warning System (EWS) longsor di Desa Tegalrejo dan Watugajah, Kecamatan Gedangsari mengalami rusak ringan.

Kerusakan tersebut terletak di bagian aki.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengimbau kepada para kepala desa untuk melakukan perbaikan dengan cara swadaya.

"BPBD tidak hanya menyurati kecamatan saja tetapi kami cek lokasi langsung, dari cek lokasi tersebut ternyata ada dua EWS longsor yang mengalami kerusakan," katanya pada Tribunjogja.com, Jumat (7/12/2018).

Baca: Dinilai Mampu Manfaatkan Teknologi untuk Pemerintahan, Bupati Gunungkidul Dapat Penghargaan

Edy mengatakan EWS, penting dipasang terutama di lokasi yang banyak permukiman.

Ia mencontohkan EWS di Desa Mongkrong, Sampang, Kecamatan Gedangsari masih terpasang dan berfungsi dengan potensi keretakan selebar 40 meter.

"Longsor di Mongkrong berpotensi menimbun rumah penduduk dan jalan," imbuhnya.

Menurutnya saat ini EWD di Gunungkidul masih dirasa kurang.

Tetapi ia pun masih belum bisa menjawab berapa jumlah ideal EWS di Kabupaten Gunungkidul karena masih dibutuhkan pemetaan lebih lanjut.

"Kita tidak menganggarkan pembelian-pembelian, kami juga tidak mengetahui berapa harga satu EWS, karena EWS longsor merupakan hibah BPBD Provinsi," ucapnya.

Ia mencontohkan untuk pemasangan tujuh titik EWS tsunami dibutuhkan dana kurang lebih Rp 1 milliar.

Baca: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul Kembangkan Perpustakaan Berbasis Fungsi Sosial

Terpisah, Camat Patuk, Haryo Ambar menuturkan bahwa EWS sangat penting dipasang di daerah Patuk, mengingat Kecamatan Patuk bagian utara termasuk dalam wilayah rawan longsor.

"Kalau ada pergeseran tanah EWS dapat berbunyi dan bisa sebagai peringatan untuk warga, sehingga warga dapat mengungsi sebelum tanah longsor terjadi," katanya.

Ia menambahkan, untuk saat ini selain EWS, pihaknya juga membutuhkan pelatihan-pelatihan kepada pemuda terkait dengan cara evakuasi yang benar.

"Kami ada Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan yang dibutuhkan adalah upgrade skill mereka bagaimana cara evakuasi mengingat saat ini sudah masuk musim-musim hujan, yang rawan longsor," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved