Puncak Merapi Tak Teramati, Warga di Balerante Beraktivitas Normal
Hujan intensitas rendang hingga sedang mengguyur kawasan Balerante, Kemalang, Klaten.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak Gunung Merapi (2.930 mdpl) tidak teramati sepanjang hari sejak Selasa (27/11/2018) siang hingga Rabu (28/11/2018) siang ini.
Kabut tebal menyelimuti kaki hingga puncak gunung.
Hujan intensitas rendang hingga sedang mengguyur kawasan Balerante, Kemalang, Klaten.
"Situasi tetap aman terkendali. Masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Jainu kepada Tribunjogja.com, Rabu pukul 12.30 wib.
Baca: Prediksi Meningkatnya Curah Hujan 4 Hari ke Depan, Tak Berpengaruh pada Merapi
Baca: Guguran Lava Beberapa Kali Terjadi di Puncak Merapi, Begini Penjelasan Kepala PVMBG
Jainu merupakan salah seorang tokoh masyarakat Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, yang aktif memonitor setiap perkembangan Gunung Merapi.
Situasi serupa dilaporkan terjadi di kawasan Bukit Klangon, Dusun Kalitengah Lor, Dusun Srunen di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.
Wilayah ini bersebelahan dengan Balerante. Hujan mengguyur sejak pagi, kabut tebal dan awan menyelimuti wilayah itu hingga puncak Merapi.

Di sisi barat dan utara gunung situasinya juga sama. Gunung Merapi tidak terlihat sama sekali.
Tim BPPTKG Yogyakarta saat ini tengah sosialisasi di Dusun Stabelan, Sumber, Bakalan di wilayah Kabupaten Magelang.
Selasa (27.11.2018), sosialisasi perkembangan terkini aktifitas Merapi dilakukan di Desa Jrakah. Sosialisasi menghadirkan peneliti senior BPPTKG Yogyakarta, Drs Subandriyo MSi.
Sementara dari hasil laporan pemantauan pos-pos pengamatan Merapi, pagi tadi visual dari PGM Ngepos, berkabut, angin tenang, dan hujan gerimis.

Laporan dari PGM Jrakah visual berkabut, angin tenang, cuaca mendung. Dari PGM Selo, visual juga berkabut, angin tenang, dan suhu mencapai 16 derajat Celcius.
Dari PGM Kaliurang, visual Merapi diselimuti kabut, cuaca mendung kadang gerimis, angin terpantau mengarah ke timur laut.
Baca: Guguran Lava Pijar Merapi, Kesaksian Komunitas Peduli Gunung Merapi Magelang
Baca: Soal Merapi, BPBD DIY Minta Warga Patuhi Rekomendasi BPPTKG
Pada 22 November 2018, terjadi empat kali guguran lava di kubah baru yang terbentuk sejak 11 Agustus 2018.
Guguran lava itu mengarah ke hulu Kali gendol sejauh 300 meter.