Puncak Merapi Tak Teramati, Warga di Balerante Beraktivitas Normal

Hujan intensitas rendang hingga sedang mengguyur kawasan Balerante, Kemalang, Klaten.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumarga
Penampakan visual kubah lava baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, Jateng, Selasa (9/10/2018). Gundukan hitam di puncak terlihat jelas saat cuaca cerah. Asap cukup tebal mengepul di celah bukaan kawah sektor tenggara. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak Gunung Merapi (2.930 mdpl) tidak teramati sepanjang hari sejak Selasa (27/11/2018) siang hingga Rabu (28/11/2018) siang ini.

Kabut tebal menyelimuti kaki hingga puncak gunung.

Hujan intensitas rendang hingga sedang mengguyur kawasan Balerante, Kemalang, Klaten.

"Situasi tetap aman terkendali. Masyarakat tetap beraktifitas seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Jainu kepada Tribunjogja.com, Rabu pukul 12.30 wib.

Baca: Prediksi Meningkatnya Curah Hujan 4 Hari ke Depan, Tak Berpengaruh pada Merapi

Baca: Guguran Lava Beberapa Kali Terjadi di Puncak Merapi, Begini Penjelasan Kepala PVMBG

Jainu merupakan salah seorang tokoh masyarakat Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, yang aktif memonitor setiap perkembangan Gunung Merapi.

Situasi serupa dilaporkan terjadi di kawasan Bukit Klangon, Dusun Kalitengah Lor, Dusun Srunen di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Wilayah ini bersebelahan dengan Balerante. Hujan mengguyur sejak pagi, kabut tebal dan awan menyelimuti wilayah itu hingga puncak Merapi.

Puncak Merapi diabadikan dr Dusun Balerante, Kemalang, Klaten beberapa pekan lalu. Kubah lava baru bentukan sejak pertengahan Agustus 2018 tampak mulai menyembul di tengah bukaan kawah arah selatan/tenggara.
Puncak Merapi diabadikan dr Dusun Balerante, Kemalang, Klaten beberapa pekan lalu. Kubah lava baru bentukan sejak pertengahan Agustus 2018 tampak mulai menyembul di tengah bukaan kawah arah selatan/tenggara. (TRIBUNJOGJA.COM / Krisna Sumargo)

Di sisi barat dan utara gunung situasinya juga sama. Gunung Merapi tidak terlihat sama sekali.

Tim BPPTKG Yogyakarta saat ini tengah sosialisasi di Dusun Stabelan, Sumber, Bakalan di wilayah Kabupaten Magelang.

Selasa (27.11.2018), sosialisasi perkembangan terkini aktifitas Merapi dilakukan di Desa Jrakah. Sosialisasi menghadirkan peneliti senior BPPTKG Yogyakarta, Drs Subandriyo MSi.

Sementara dari hasil laporan pemantauan pos-pos pengamatan Merapi, pagi tadi visual dari PGM Ngepos, berkabut, angin tenang, dan hujan gerimis.

Sejumlah pengunjung dan pesepeda di kawasan Bukit Klangon, Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Minggu (25/11/2018). Aktifitas Gunung Merapi mulai menunjukkan perkembangan signifikan menyusul terjadinya guguran lava akhir pekan ini.
Sejumlah pengunjung dan pesepeda di kawasan Bukit Klangon, Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Minggu (25/11/2018). Aktifitas Gunung Merapi mulai menunjukkan perkembangan signifikan menyusul terjadinya guguran lava akhir pekan ini. (TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo)

Laporan dari PGM Jrakah visual berkabut, angin tenang, cuaca mendung. Dari PGM Selo, visual juga berkabut, angin tenang, dan suhu mencapai 16 derajat Celcius.

Dari PGM Kaliurang, visual Merapi diselimuti kabut, cuaca mendung kadang gerimis, angin terpantau mengarah ke timur laut.

Baca: Guguran Lava Pijar Merapi, Kesaksian Komunitas Peduli Gunung Merapi Magelang

Baca: Soal Merapi, BPBD DIY Minta Warga Patuhi Rekomendasi BPPTKG

Pada 22 November 2018, terjadi empat kali guguran lava di kubah baru yang terbentuk sejak 11 Agustus 2018.

Guguran lava itu mengarah ke hulu Kali gendol sejauh 300 meter.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved