Dermatologis Ungkap Makanan Anti Penuaan Berdasarkan Usia

Makan makanan yang sehat dan seimbang dapat membantu membalikkan waktu. Antioksidan dan nutrisi dalam makanan dapat membantu kulit

Dermatologis Ungkap Makanan Anti Penuaan Berdasarkan Usia
IST
Ilustrasi Penuaan Kulit 

8. Makanan Tinggi Zat Besi

Penting untuk menambah asupan zat besi yang cukup di usia 30-an, ketika mengalami peningkatakan kehilangan darah menstruasi.

Tingkat zat besi yang rendah juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut, karena zat besi dibutuhkan untuk dapat menumbuhkan rambut yang sehat.

Makanan yang mengandung zatbesi :
- Daging merah,
- Kerang,
- Udang,
- Kacang hitam,
- Lentil,
- Bayam,
- Biji labu.

Kulit di Usia 40-an

Pada usia 40-an, seorang wanita mulai kehilangan kolagen dan melihat tanda-tanda pertama kehilangan volume. Garis senyum dan garis marionette mulai terlihat.

Tetapi apa yang kita makan juga dapat membantu memperlambat pemecahan kolagen. Ada hubungan antara kadar gula darah dan kolagen. Ketika kadar gula darah tinggi, maka ini akan mempengaruhi kolagen, menciptakan molekul baru yang lengket di dalam tubuh.

Nah, molekul-molekul ini membentuk ikatan silang dengan kolagen, yang menyebabkan kerusakan dan membuat kulit lebih mungkin berkerut, melorot, dan kehilangan elastisitas.

Makanan yang perlu ditambahkan dalam makanan sehari-hari untuk usia 40-an, di antaranya:

- Makanan Tinggi Serat

Wanita perlu fokus pada makanan berserat tinggi untuk menghindari tinggi dan rendahnya gula darah. Serat makanan bekerja untuk membuat kita merasa kenyang, jadi kita tidak perlu mengambil permen setelah jam makan siang.

Dokter juga menyarankan untuk mengisi piring dengan protein tanpa lemak dan makanan lain dengan karbohidrat kompleks.

Berbagai macam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, termasuk biji chia, lentil, kacang merah, gandung, raspberry, pir, termasuk sumber serat yang baik.

- Prebiotik dan Probiotik

Di usia 40-an, seorang wanita berisiko tinggi mengalami sindrom iritasi usus (IBS), yang sering dikaitkan dengan stres dan mengubah tingkat hormon.

Ketika mengalami IBS, maka kita memiliki lebih sedikit mikroba baik dan lebih banyak yang buruk. Yang di dalam usus ini dapat mempengaruhi kulit karena mereka menghasilkan zat yang memperkuat hambatan kulit.

Jika di dalam usus terdapat cukup mikroba yang baik, maka kita dapat membantu mengurangi kehilangna kelembaban dan iritasi di kulit.

Prebiotik mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan dapat ditemukan dalam makanan tinggi serat, seperti oat, dan kacang-kacangan. Sementara, probiotik mengandung kultur aktif bakteri baik yang bermanfaat bagi kulit. Makanan tinggi probiotik adalah kombucha, yogurt.

Kulit di Usia 50-an

Setelah seorang wanita mencapai usia 50-an, penipisan volume menjadi masalah besar saat kita kehilangan satu persen kolage setahun setelah menopause.

Saat usia 50-an, wanita mulai berpikir bahwa kulit mereka tidak memiliki kelembapan, maka mereka pun berpikir untuk memberinya makan demi membantu penghalang kulit mempertahankan kelembapan dengan lebih baik, seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak baik.

Makanan yang bisa ditambahkan untuk wanita di usia 50-an.

- Lemak sehat

Tambahkan makanan sumber asam lemak omega-3 yang dapat ditemukan dalam salmon, biji rami, dan kenari. Taburkan biji ramu di atas salad, havermut, atau muffin. Simpan biji rami dalam freezer untuk mempertahankan kandungan asam lemak omega-3-nya.

Kacang-kacangan, seperti walnut, dan almond, juga memiliki banyak lemak sehat, selain asam amino yang disebut L-arginine, yang mendukung sintesis protein, yang baik untuk kesehatan rambut, kulit, dan kuku.

Avokad juga memiliki lemak sehat serta vitamin C dan E, yang baik untuk menjaga kulit terhidrasi dan bebas kerut. Zaitun dan minyak zaitun juga memiliki antioksidan polifenol yang dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi.

- Makanan Tinggi Karotenoid

Beberapa wanita melaporkan kulit menjadi pucat dan kehilangan pancaran pada usia 50-an.

https://i1.wp.com/www.kulinerasyik.com/wp-content/uploads/2017/07/makanan-awet-muda2-kulinerasyik.jpg?resize=800,445&ssl=1

Dalam sebuah penelitian, peneliti menemukan bahwa peningkatan konsumsi buah dan sayuran selama enam minggu menyebabkan perubahan warna kulit yang terlihat sehat dan menarik karena karotenoid.

Contoh buah dan sayuran ini termasuk ubi jalar, wortel, cabe merah, karena semuanya mengandung beta karoten. (Katharina Tatik/Intisari)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved