Gaji Guru Indonesia Jauh Kalahkan Rusia dan Lebih Tinggi dari China
Dibandingkan Rusia, gaji guru Indonesia hampir 2,5 kali lipat lebih besar. Indonesia sekitar USD14.408 per tahun, sedangkan Rusia hanya USD5.923.
TRIBUNJOGJA.COM - Gaji guru di Indonesia selama ini banyak dikeluhkan, bahkan menjadi komoditas bagi perseteruan politik. Namun, sebuah penelitian internasional memperlihatkan bahwa gaji guru Indonesia tidaklah ‘njomplang’ dibandingkan beberapa negara lain.
Bahkan, bila dibandingkan dengan Rusia, gaji guru Indonesia hampir 2,5 kali lipat lebih besar dibandingkan gaji guru di negeri Vladimir Putin tersebut. Indonesia gaji guru sekitar USD14.408 per tahun, sedangkan Rusia hanya USD5.923. (Lihat Tabel)
Gaji guru terendah lainnya dari 35 negara yang disurvei adalah Mesir dan terakhir Uganda.
Dalam survei di 35 negara yang dilakukan Varkey Foundation, sebuah lembaga di Inggris, disebutkan, selain mendapatkan gaji yang lebih besar dari Rusia, profesi guru di Indonesia juga sangat dihargai.
Penghargaan terhadap guru di Indonesia ini sangat berbeda dengan negara lain. Brasil misalnya, meskipun gaji guru di sana hampir sama dengan di Indonesia, namun penghargaan terhadap profesi guru sangat rendah.
Di negara para legenda sepakbola itu, hanya 1 persen responden yang menganggap profesi guru merupakan pekerjaan terhormat. Sedangkan di Indonesia, penghargaan terhadap guru mencapai 62,1 persen.
Namun, penghargaan terhadap guru di Indonesia kalah dengan China. Meskipun gaji guru di Indonesia lebih tinggi dari China, penghormatan terhadap guru di negeri tersebut mencapai 100 persen. Paling tinggi di seluruh negara yang disurvei.
Sementara itu, pendapatan guru paling tinggi berada di Swiss, yakni USD77.491 atau sekitar Rp1,1 miliar per tahun. Namun untuk penghargaan profesi guru, Swiss hanya 43,7 persen atau masih berada di bawah Indonesia.

Dalam melakukan surveinya, lembaga nirlaba Inggris ini menetapkan seribu orang di setiap negara.
Kepada responden, diajukan pertanyaan tentang pandangan mereka terhadap guru, juga penghargaan responden terhadap profesi guru. (TribunJogja.com)