CPNS 2018

BKN Tetap Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018, Begini Penjelasannya

Alasannya, BKN tidak ingin merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tingkat kompetensinya rendah.

BKN Tetap Tak Akan Turunkan Passing Grade CPNS 2018, Begini Penjelasannya
menpan.go.id
Ujian CAT 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak akan menurunkan passing grade atau nilai ambang batas dalam Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018 meskipun menuai protes di sejumlah daerah karena dinggap terlalu tinggi.

Alasannya, BKN tidak ingin merekrut Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang tingkat kompetensinya rendah.

Baca: Gaji Guru Indonesia Jauh Kalahkan Rusia dan Lebih Tinggi dari China

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, Indonesia akan menghadapi perubahan.

Sementara perubahan itu juga akan dialami oleh ASN dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, ASN yang direkrut saat ini harus siap dengan tantangan tersebut.

"Pertama kita ingin PNS yang memiliki kompetensi tinggi. Kenapa begitu, karena Indonesia dalam 10 atau 20 tahun lagi itu sudah akan sangat berbeda dengan sekarang. Sudah industri 4.0, sudah digital ekonomi dan lain-lain. Jadi PNSnya harus cari PNS yang bisa melaksakana beban tanggungjawab itu," katanya saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Baca: Alternatif Kriteria Kelulusan SKD CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Dikaji, Ini Penjelasan BKN

Baca: Kiat Menghadapi Ujian SKD CPNS 2018 dari BKN Bagi Anda yang Belum Menjalani Tes

Baca: KemenpanRB Siapkan Dua Opsi untuk Akomodir Peserta yang Gagal di Tes SKD CPNS 2018

Bima mengatakan, soal yang disusun untuk seleksi tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia di masa mendatang.

Dengan demikian, ASN yang dihasilkan mampu memenuhi tanggungjawabnya.

Alasan itu lah yang membuat BKN bersikukuh tidak mau menurunkan passing grade meski memuai banyak protes.

Jadwal dan lokasi SKD CPNS Kemenag
Jadwal dan lokasi SKD CPNS Kemenag (instagram/Kemenag via tribunnews.com)

"PNSnya seperti apa yang seperti itu. Kalau dibuat soal, kira - kira soalnya seperti apa. Nah, soal - soal ini lah sebetulnya mencerminkan tugas dan tanggungjawab PNS itu kedepan," ungkapnya.

"Bayangkan 30 tahun lagi anak - anak yang ujian sekarang ini lah yang akan memimpin Indonesia. Saya sudah lenyap. Kalau mereka rekrutmennya asal-asalan, tingkat kompetensinya rendah. Kira-kira Indonesia 30 tahun lagi akan seperti apa. Jadi itu tidak bisa ditawar itu kan. Karena untuk masyarakat juga," jelasnya.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved