Yogyakarta
Maskapai Asal Tiongkok dan Australia Incar Slot di NYIA
Terrealisasinya NYIA pada April 2019 nanti membuat sejumlah maskapai internasional sudah ancang-ancang mengincar slot penerbangan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terrealisasinya Bandara Baru Internasional Yogyakarta (NYIA) pada April 2019 nanti membuat sejumlah maskapai internasional sudah ancang-ancang mengincar slot penerbangan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP 1 Devi Suradji di Hotel Tentrem Yogyakarta.
"Paling agresif itu maskapai dari Timur Tengah, yang kedua dari Tiongkok dan Australia," kata Devi pada Rabu (14/11/2018).
Baca: Beroperasi April 2019, Penerbangan Internasional Jadi Prioritas Awal di NYIA
Menurut Devi, sejumlah maskapai asing tersebut tidak lagi menjadikan Bali sebagai destinasi utama, tetapi sebagai bandara penghubung atau hub.
Perubahan itu terjadi lantaran sebagian besar maskapai menggunakan pesawat berbadan lebar, yang bisa memanfaatkan beberapa titik perhentian.
Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan General Manager AP 1 Yogyakarta Agus Pandu Purnama, di mana NYIA nantinya mampu didarati pesawat berbadan lebar.
"Jadi pesawat sekelas Dreamliner (Boeing 787) hingga Boeing 777 bisa mendarat di NYIA," ujar Pandu.
Baca: Bandara NYIA Kulonprogo Siap Beroperasi pada April 2019 Mendatang
Selain potensi lonjakan penumpang, Devi melihat adanya peluang bisnis yang sangat besar dari sisi kargo, terutama untuk ekspor barang lokal.
Ia mengakui sejumlah pihak telah mengajaknya untuk membicarakan potensi kargo di NYIA.
"Mereka sudah mengajak kami untuk membangun Cargo Village di bandara yang baru nanti," kata Devi.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/direktur-pemasaran-ap-1-devi-suradji.jpg)