Bisnis
Harga Beras Masih Tinggi di Pasaran
Harga jual komoditas beras di sejumlah pasar Yogyakarta masih jauh dari harga jual yang disarankan oleh pemerintah atau Harga Eceran Tertinggi
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga jual komoditas beras di sejumlah pasar Yogyakarta masih jauh dari harga jual yang disarankan oleh pemerintah atau Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan catatan yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta lewat pemantauan dari delapan pasar tradisional, harga jual beras untuk kualitas premium ada diangka Rp11.500/kg sementara kualitas medium dijual Rp11.000/kg.
Staff Kasie Pengendalian dan Pengawasan Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta, Watik menuturkan, harga jual beras kualitas premium yang tertahan diangka tersebut dimulai sejak akhir Oktober lalu, sedangkan untuk beras medium berlangsung sejak awal Oktober silam hingga Senin (5/11) ini.
Baca: Telan Sendok Saat Mabuk, Pria Ini Tak Berasa Apa-apa Selama Setahun
Kondisi itu, dinilainya berada di kisaran yang cukup tinggi untuk ukuran harga jual beras premium dan juga kualitas medium.
Sebab, kata dia, standar harga jual yang biasanya berlaku dipasaran untuk kedua jenis beras tersebut rata-rata berada dikisaran Rp9.000-10.500/kg.
Sementara itu, HET beras yang ditetapkan oleh pemerintah lewat Kementerian Perdagangan untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan adalah sebesar Rp9.450/kg untuk kualitas medium dan Rp12.800/kg untuk kualitas premium.
"Cuman mungkin karena faktor cuaca yang sedang kemarau, makanya harga jual jadi segitu," kata Watik.
Selain itu, sambungnya, pasokan beras dari distributor kepada para pedagang juga dianggapnya menurun akibat musim panen yang telah usai serta kemarau yang berkepanjangan.
Namun begitu, Ia mengklaim bahwa jumlah ketersediaan beras sampai dengan akhir tahun nanti masih dalam kondisi aman.
"Untuk konsumen wilayah Yogya, ketersediaan beras masih tercukupi dan bisa tercover kebutuhannya," tambah dia.
Baca: Ekspor Beras Premium Indonesia Naik 2.540 Persen dalam 4 Tahun
Kepala Biro Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setda DIY, Sugeng Priyanto menyebut lewat peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Bulog, pihaknya akan berusaha untuk menahan laju inflasi beberapa komoditas termasuk beras.
Operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog diklaim Sugeng, tidak lagi dilakukan ketika harga jual beras mulai naik dipasaran, namun lebih bertindak kepada pencegahan, sehingga monitoring harga jual tetap stabil di masyarakat.
"Komunikasi antar daerah juga akan kita intensifkan untuk menjaga kemerataan tingkat komoditas dilapangan," kata dia.
Di lain sisi, Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Fitriani menyatakan, meskipun saat ini bukan termasuk tren musim tanam padi, kecenderungan harga jual beras di November ini dianggapnya masih terjaga berdasarkan pantauan serta koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya.
Baca: BKPP DIY Pastikan Stok Beras Hingga Beberapa Bulan ke Depan Aman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sampel-beras_20180801_212656.jpg)