Kota Yogyakarta

Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengakses Informasi

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa mendidik anak pada era sekarang tidak bisa disamakan dengan 5-10 tahun sebelumnya.

Anak Zaman Sekarang Lebih Mudah Mengakses Informasi
IST
Ilustrasi Anak-anak bermain komputer. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa mendidik anak pada era sekarang tidak bisa disamakan dengan 5-10 tahun sebelumnya.

"Anak-anak kita saat ini sudah berbeda dengan zaman dulu. Mereka hidup dalam lingkungan yang berbeda, persoalan ygan tidak sama dengan yang telah kita hadapi sebelumnya," bebernya, saat memberikan sambutan dalam pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), di Ruang Bima Kompleks Balaikota Yogyakarta, Senin (5/11/2018).

Heroe menuturkan bahwa saat ini anak-anak sangat mudah mengakses segala informasi baik melalui TV maupun internet.

Hal itu memungkinkan anak-anak tumbuh menjadi sosok yang berbeda ketika harus berhadap-hadapan langsung dengan keluarganya.

Baca: Brontokusuman Mengawali PATBM di Kota Yogyakarta

"Keluarga punya teori sendiri dalam mendidik dan menyiapkan anak menjadi sukses. Itu tiap keluarga berbeda-beda," tandasnya.

Ia menuturkan, ada keluarga yang memberikan keleluasan yang cukup untuk mengakses apa saja dengan harapan anaknya mengetahui perkembangan di luar dan menyerapnya.

"Anak diharapkan mampu menyerap informasi baik kognisi maupun di luar kognisi. Anak dianggap mandiri, dan punya hak untuk memenuhi harapannya," ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, ada keluarga yang memberikan keleluasaan namun dengan batasannya.

Misalkan TV tidak boleh dinyalakan pada jam tertentu, HP hanya boleh digunakan pada jam tertentu, dan seterusnya.

Baca: KPAI Imbau Jangan Gunakan Anak untuk Kepentingan Politik

"Harapannya anak ada waktu khusus untuk menyerap pengetahuan yang ada di sekitarnya," tuturnya.

Heroe menegaskan, bahwa keluarga dalam hal ini orang tua tidak bisa melakukan perannya sendiri, melainkan butuh dukungan dari lingkungan sekitar termasuk sekolah tempat anak menimba ilmu.

"Keluarga, sekolah, dan lingkungan harus bisa memberikan nilai yang sejalan, baik itu nilai moral di sosial atau keluarganya. Ketika nilai yang diajarkan berbeda, maka hal ini menjadi masalah," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)
 

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved