Bantul

Peringati Sumpah Pemuda, Komunitas Buku Berbagi Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai

Dengan membawa karung plastik berukuran besar, puluhan anak-anak ini terlihat bersemangat memungut setiap sampah plastik

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Peringatan sumpah pemuda, puluhan anak-anak dari Komunitas Buku Berbagi melakukan aksi bersih sampah plastik di pesisir pantai Parangkusumo, Minggu (28/10/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hari sumpah pemuda yang selalu diperingati setiap 28 Oktober menjadi momentum bagi organisasi atau kelompok pemuda untuk berbakti.

Tak terkecuali komunitas buku berbagi di Kretek, Kabupaten Bantul.

Pada peringatan sumpah pemuda, mereka melakukan aksi sisir pantai Parangkusumo.

Mereka membersihkan sampah plastik.

Dengan membawa karung plastik berukuran besar, puluhan anak-anak ini terlihat bersemangat memungut setiap sampah plastik yang banyak ditemui disepanjang bibir pantai.

Baca: Peringatan Sumpah Pemuda ala Seniman, Baca Puisi dan Dolanan Anak di Watu Lumbung

Koordinator aksi, Ardha Kusuma mengatakan aktivitas membersihkan sampah dengan nama sisir pantai ini sebenarnya sudah sering dilakukan oleh Komunitas Buku Berbagi.

Namun hari ini terasa spesial lebih semangat dan patriotik, karena bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

"Kita melibatkan anak-anak supaya mereka tertanam sejak kecil untuk selalu menjaga pantai, menjaga lingkungan, dan menjaga bumi," katanya, ditemui usia kegiatan, Minggu (28/10/2018) sore.

Sampah plastik, kata Ardha merupakan sampah yang sangat sulit diurai oleh alam.

Sebab itu, harus dibersihkan dan didaur ulang.

Ia berharap, ke depan banyak orang ataupun masyarakat yang tergugah untuk senantiasa menjaga ibu bumi supaya alam tetap lestari.

Baca: Peringati Sumpah Pemuda, Para Pemuda Kampung Sunten Gelar Jalan Sehat

Menjaga ibu bumi, menurut Ardha, bukan hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya.

Namun lebih dari itu, untuk menjaga bumi bisa dengan cara beralih pada produk-produk yang ramah lingkungan.

"Seperti tidak memakai botol plastik. Belanja ke toko-toko, jangan pakai karung plastik. Sedotan jangan pakai sedotan plastik. Tapi kalau bisa memakai bahan yang bisa didaur ulang," ungkap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved