Kota Yogyakarta

YLKI Minta Semua Stasiun Bersih dari Iklan Rokok

Penutupan iklan rokok dengan kain batik tersebut merupakan tindaklanjut dari masukan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI).

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
IST
Iklan rokok di stasiun tugu Yogyakarta sudah berubah menjadi hiasan kain batik 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepintas memang tidak ada yang berbeda dengan Stasiun Tugu Yogyakarta, namun jika dilihat dengan seksama ada atribut baru yang dipasang di dalamnya.

Jika pandangan sedkit ke atas, akan terlihat dua kotak besar berbalut kain batik yang tertempel pada tiang.

Batik tersebut menutupi seluruh bagian kotak tersebut, sehingga tidak kelihatan apa yang tersimpan di dalamnya.

Baca: KPU DIY Perbolehkan Peserta Pemilu Tambah Baliho di Luar Fasilitas APK yang Disediakan

Pemandangan yang sama juga terlihat di ruang tunggu stasiun.

Ada sekitar 6 tiang dengan enam kotak berbalut batik.

Rupanya kotak tersebut merupakan iklan rokok yang dipasang di area stasiun.

Humas PT KAI Daop VI mengatakan penutupan iklan rokok dengan kain batik tersebut merupakan tindaklanjut dari masukan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI).

"Jadi kami mendapat masukan bahwa di stasiun tidak boleh ada iklan rokok. Setelah mendapat masukan itu, kami langsung melakukan penutupan. Penutupan sudah sejak dua hari yang lalu," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (25/10/2018).

"Stasiun merupakan tempat umum yang termasuk dalam Kawasan Tanpa Rokok, sehingga ya tidak boleh ada iklannya juga. Itu kira-kira masukannya. Kami tentu menerima masukan itu dengan baik. Kalau itu bentuknya memang membangun, tentu harus diterima," sambungnya.

Kain batik, lanjutnya merupakan warisan budaya, apalagi Yogyakarta juga merupakan Kota Batik.

Menurutnya dengan menutup kain batik, pihaknya pun ikut memperkenalkan batik kepada wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Meski demikian, pihaknya akan terus membenahi dan melakukan perbaikan.

Hal itu dilakukan untuk memperindah stasiun. Selain itu juga menambah kenyamanan pengguna jasa kereta api.

"Kami kan juga pengen ikut ambil bagian untuk mempromosikan batik kepada wisatawan. Sekalian edukasi begitu. Tentu saja nanti kami akan terus berbenah, supaya stasiun menjadi lebih indah dan lebih nyaman untuk pengguna jasa kereta. Sebagai wajah Yogyakarta, tentu kita harus tampil sebaik mungkin," lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved