Nasional
Mendikbud Berharap Ada Penguatan Pengkajian Sejarah Melalui Mata Pelajaran Pendidikan AIK
Muhadjir pun berharap nantinya akan ada penguatan pengkajian sejarah melalui pelajaran Pendidikan AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan).
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mendikbud Muhadjir Effendy menjadi pembicara dalam Seminar Sejarah Pendidikan Muhammadiyah di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta pada Rabu (24/10/2018).
Pada kesempatan ini, Mendikbud menyampaikan materi mengenai 'Kebijakan Kemendikbud dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Nilai-nilai Sejarah Bangsa'.
Seminar ini membahas tentang pelajaran sejarah di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Muhadjir mengapresiasi kegiatan seminar sejarah ini, ia pun berharap nantinya akan ada penguatan pengkajian sejarah melalui pelajaran Pendidikan AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan).
Baca: Kemendikbud Cari Sekolah Siswa yang Teriak 2019 Ganti Presiden
"Di sekolah Muhamadiyah ada Pendidikan AIK, selama ini dari aspek sejarahnya kurang menonjol karena itu saya kira (seminar sejarah) bagus nanti," ujar Mendikbud ketika ditemui setelah mengisi seminar sejarah.
Selain seminar, kegiatan ini nantinya juga akan diisi dengan penyelenggaraan tour de Muhammadiyah, yakni mengunjungi tempat tempat bersejarah Muhammadiyah di era kelahiran awal pendirian persyarikatan Muhammadiyah.
Baca: Tingkatkan Kompetensi Kepala TK, DPC GOP TKI Bantul Gelar Seminar Pendidikan
Beberapa lokasi yang akan dikunjungi yakni Kauman, Masjid Gedhe dan Karangkajen.
Menurut Muhadjir, kegiatan tour de Muhammadiyah harus dikembangkan untuk siswa Muhammadiyah.
"Mestinya pelajaran itu bukan hanya buku maupun multiplechoice, tetapi bagaimana memanggungkan kembali sejarah Muhammadiyah, napak tilas, dramaturgi," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mendikbud-muhadjir-effendy_20181024_102028.jpg)