Indonesia Harus Belajar Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi ke Jepang
Untuk mencegah atau mengurangi risiko gempa bumi, Jepang punya sistem peringatan dini gempa bumi paling modern dan canggih di dunia
Sistem nasional diluncurkan pada tahun 2007 dengan fungsi utama untuk mendeteksi getaran, menghitung episentrum gempa bumi dan mengirim peringatan ke ponsel warga dari 1.000 seismograf yang tersebar di seluruh penjuru Jepang.
Peringatan Lebih Cepat dari Gempa
Bagaimana mungkin sistem ini mengirim peringatan sepersekian detik lebih cepat sebelum datangnya gempa?
Satoko Oki dari Institut Penelitian Gempa Bumi di Universitas Tokyo akan menjelaskannya.
Gempa memiliki dua gelombang, gelombang P (primer) dan gelombang S (sekunder).
Gelombang P adalah gelombang gempa yang datang lebih awal dari gelombang S.
Gelombang P ini memiliki gelombang yang pendek, cepat serta tidak terlalu besar dan hanya menimbulkan sedikit kerusakan.
Sementara gelombang S adalah gelombang seismik yang mirip ular, sehingga sering disebut dengan istilah gelombang naga bumi di Jepang.
Gelombang S yang ditakuti ini punya gerakan yang panjang, berkekuatan besar dan mampu menghancurkan bangunan serta menciptakan longsor.
Kabar baiknya adalah, gelombang P selalu datang sebelum gelombang S sehingga Anda dapat mempersiapkan diri.
"Orang Jepang diajarkan sejak dini untuk merasakan perbedaan ketika gempa terjadi. Apakah gelombang P atau gelombang S. Ini bukan hanya pendidikan yang didukung secara nasional, tapi salah satu upaya bertahan hidup," kata Oki.

Sistem ini dijalankan oleh BMKG Jepang dan ada pula sistem peringatan gempa yang dijalankan secara pribadi di setiap kantor serta pabrik.
Kita bisa melihat betapa hebatnya sistem ini saat gempa Tohoku 2011 silam.
Pusat gempa terjadi di timur laut Jepang pada jam 2:46:45 waktu setempat. Hanya butuh 3 detik, sistem akan mengirim peringatan ke semua ponsel pada jam 2:46:48.
Baca: Info Gempa Bumi, Gunung Api, Tsunami dan Gerakan Tanah di Indonesia Pantau Disini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sistem-peringatan-dini-gempa-bumi_20181012_133951.jpg)