Yogyakarta

Ritual Jamasan, Tradisi Membersihkan Kereta Kraton Yogyakarta

Dua kereta milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dijamas atau dibersihkan oleh para abdi dalem.

Ritual Jamasan, Tradisi Membersihkan Kereta Kraton Yogyakarta
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan
Kereta Keraton Kanjeng Nyai Jimat saat ritual jamasan di sisi selatan Museum Kereta Keraton Rotowijayan, Selasa Kliwon (2/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ritual Jamasan Kereta Keraton kembali digelar pada Selasa (2/10/2018).

Dua kereta milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dijamas atau dibersihkan oleh para abdi dalem.

Dua kereta tersebut ialah Kanjeng Nyai Jimat dan Kereta Kyai Harsunaba.

Pelaksanaan jamasan sendiri selalu dilaksanakan bertepatan pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon dalam bulan Sura kalender jawa.

Bertempat di Museum Kereta Keraton Ngayogyakarta Jalan Rotowijayan.

Kereta utama yakni Kanjeng Kyai Jimat dijamas disisi selatan museum. Seperti diketahui Kereta Kanjeng Nyai Jimat merupakan kereta tertua yang dimiliki keraton.

Dibuat antara tahun 1745-1750 dan menjadi kendaraan raja pada masa Sri Sultan Hamengkubuwana I hingga III.

Sementara itu, Kereta Kyai Harsunaba dijamas di sisi depan atau timur museum kereta keraton.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi jamasan selalu disesaki oleh pengunjung yang ingin mendapatkan sisa air jamasan.

Tak hanya warga Yogyakarta, warga asal luar daerah juga ikut berebut seperti Wonosobo hingga Indramayu.

Para pengunjung juga berebut kembang mawar dan kain mori yang digunakan untuk membersihkan kereta.

Para warga percaya, sisa air, kembang dan kain yang digunakan untuk menjamas kereta keraton dapat memberikan manfaat bagi yang mendapatkannya, seperti awet muda dan keberkahan hidup. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved