Diam-diam Kubah Lava Gunung Merapi Terus Tumbuh, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
Gunung Merapi sekilas terlihat diam beberapa waktu terakhir. Tetapi gunung tersebut dipantau terus beraktivitas
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Gunung Merapi sekilas terlihat diam beberapa waktu terakhir. Tetapi gunung tersebut dipantau terus beraktivitas. Kubah lava yang terbentuk terus tumbuh dan bertambah.
Kendati demikian, masyarakat diminta tak khawatir karena laju pertumbuhan rendah, dan erupsi yang terjadi diperkirakan erupsi efusif yang bersifat jinak.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengatakan, Gunung Merapi sejak tanggal 12 Agustus 2018 sudah dinyatakan memasuki fase erupsi.
Erupsi yang terjadi adalah erupsi efusif.
Baca: Mengenali Karakteristik dan Potensi Bahaya Erupsi Gunung Merapi
"Erupsi efusif adalah erupsi yang cukup jinak yang tidak seperti erupsi tahun 2010. Jadi masyarakat diharapkan untuk tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa karena statusnya masih waspada," terang Agus.
Agus mengatakan kubah lava yang muncul tanggal 21 Agustus kemarin terus tumbuh, tetapi laju pertumbuhan kubah lava sendiri masih tergolong rendah. Saat ini, laju pertumbuhan kubah lava ada di bawah 1000 Meter Kubik.
"Jumlah ini lebih kecil dibandingkan pada rentang tahun 1992 sampai 2006, yang dapat mencapai 20.000 Meter Kubik. Laju tersebut memang sangat rendah," ujarnya.
Dikatakannya, sesuai morfolog Gunung Merapi, ancaman erupsi mengarah ke tenggara selatan,
tetapi terdapat catatan bahwa kubah lava telah terjadi longsoran ke arah barat mengisi cekungan kawah.
"Ini masih perkiraan saja, kami masih terus pantau kondisi Merapi," ujarnya.
Menghadapi risiko bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang.
Salah satunya dengan menggelar simulasi penanggulangan bencana 2018 terkait erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Selasa (25/9).
Baca: Mengungkap Watak Gunung Merapi dan Upaya Menjinakkan Bahayanya
Kepala Pusdiklat BNPB, Agus Wibowo, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan Kabupaten Magelang jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi.
Dampak erupsi tentunya akan berpengaruh pada pariwisata di Kabupaten Magelang, yakni utamanya pada Candi Borobudur.