Yogyakarta
Penundaan JISC Hambat Serapan Danais
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY optimistis serapan dari dana keistimewaan (danais) akan sesuai dengan yang ditargetkan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY optimistis serapan dari dana keistimewaan (danais) akan sesuai dengan yang ditargetkan.
Meskipun sejumlah kendala terjadi dalam serapan danais di termin kedua.
Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Didik Purwadi menjelaskan, sejumlah kendala yang menyertai dalam penyerapan danais ini diantaranya adalah adanya beberapa program kegiatan yang belum selesai atau terlambat.
Baca: Pemanfaatan Danais Masih Jadi Sorotan Legislatif
Di satu sisi, ada efisiensi dengan dianggarkan tertentu dan untuk targetnya diselesaikan dengan biaya kecil.
“Hal ini terlihat dalam sisa lelang di Dinas Pekerjaan Umum dan juga ada di Dinas Perhubungan,” kata Didik pada Tribunjogja.com, Rabu (5/9/2018).
Menurutnya, dana keistimewaan yang berjumlah Rp 1 triliun ini diberikan dalam tiga termin.
Untuk termin pertama diberikan 15 persennya atau Rp 150 miliar dan berhasil diserap.
Kemudian, pada termin kedua diberikan 65 persen atau Rp 650 juta.
Total danais hingga saat ini ada Rp 800 miliar.
Hal yang paling mencolok dan membuat serapan danais tak terserap maksimal adalah penundaan pelaksanaan Jogja International Scout Camp (JISC) 2018.
Pimpinan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY menyebut sedianya JISC diselenggarakan pada 3-8 September 2018 diundur menjadi pertengahan 2020 mendatang.
Anggaran yang sedianya untuk acara ini pun cukup besar yakni lebih dari Rp 10 miliar.
Namun, karena adanya gejolak dari Gunung Merapi, maka acara ini tidak dilangsungkan.
Hal ini juga mengacu pada peringatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta yang menyatakan bahwa potensi erupsi Gunung Merapi (2930 MDPL) kurang lebih 30 di utara Yogyakarta sehingga telah dinyatakan status keaktifannya pada tanggal 21 Mei 2018.
“BPPTKG tidak menjamin Gunung Merapi terkendali untuk tahun ini. Padahal, danais untuk acara ini cukup besar Rp 10 Miliar,” kata Didik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/logo-pemda_0312_20171203_164919.jpg)