Benarkah Ada Jam Raksasa di Candi Borobudur?

Ada banyak misteri yang belum banyak diketahui orang. Salah satunya menarik adalah jam raksasa candi Borobudur.

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
TRIBUNJOGJA/COM / Rendika Ferri K
Wisatawan masih berkunjung di Candi Borobudur meski terguyur hujan abu hasil letusan freatik Gunung Merapi, Kamis (24/5/2018). 

Gambar itu berkisah tentang kehidupan rakyat Kerajaan Syailendra.

Misteri Jam Raksasa

Nah, ada satu misteri lain soal Candi Borobudur ini, yakni sebuah jam raksasa

Bagaimana melihat Candi Borobudur sebagai sebuah jam raksasa?

Begini penjelasannya. Candi Borobudur memiliki 72 buah stupa berbentuk lonceng terbalik.

Stupa terbesar berada di lantai teratas. Arsitek Borobudur memakai stupa-stupa itu sebagai titik tanda jam.

Jarum jam-nya berupa bayangan sinar Matahari yang disebabkan stupa terbesar. Ya, bayangan stupa terbesar selalu jatuh dengan tepat di stupa lantai bawah.

Tak hanya itu, Candi Borobudur juga merupakan petunjuk arah yang sangat tepat. Tanpa bantuan kompas dan GPS.

Jam matahari yang ada di Candi Borobudur
Jam matahari yang ada di Candi Borobudur ()

Seperti diketahui, Matahari memang terbit di arah timur. Namun, tidak selalu tepat di titik timur.

Matahari hanya terbit benar-benar di titik timur dalam dua kali setahun. Yaitu sekitar tanggal 20-21 Maret dan 22-23 September.

Nah, arsitek Borobudur rupanya sudah mengetahui titik timur yang benar. Oleh karena itu,

Candi Borobudur juga dibangun menghadap titik utara dan selatan dengan sangat tepat. (Johanna Ernawati/Kidnesia)

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved