AirNav Menjawab Tantangan di Mercusuar Dunia
Bagaimana kesiapan AirNav dalam melayani navigasi penerbangan di Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo?
Penulis: Santo Ari | Editor: Mona Kriesdinar
Luasan itu tentunya jauh lebih besar dari bandara internasional di Bali maupun Surabaya yang panjang landasannya hanya 3.000 meter dan lebar 45 meter
Dengan proyeksi tersebut, sebagai penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, bagaimanakah kesiapan AirNav Indonesia dalam menjawab tantangan tersebut?
"Kami akan melancarkan keselamatan di langit Yogyakarta. Percayakan kami, kami atur sebaik mungkin dan anda (penumpang) selamat," ucap Nono.

Bukan tanpa sebab, sejumlah langkah persiapan dan strategi terus dilakukan AirNav. Mulai dari peningkatan layanan, prosedur navigasi, penyiapan perlengkapan hingga pada peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Semisal dalam waktu dekat ini, AirNav bakal membangun tower baru seiring dengan pembangunan Bandara NYIA.
Dalam hal pelayanan navigasi penerbangan, nantinya AirNav bakal mengaplikasikan prosedur pendaratan melalui Performance Based Navigation (PBN) dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi. Melalui sistem ini maka pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat.
Sebagai informasi, prosedur PBN memungkinkan pilot mengetahui lokasi dirinya sendiri dengan bantuan sistem navigasi satelit. Berbeda dengan sistem sebelumnya yakni Ground Based Navigation (GBN) yang mengandalkan informasi dari petugas di darat.
Nono menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan itu dilakukan semata-mata untuk memastikan keselamatan penerbangan. Ini sesuai misi AirNav Indonesia dalam menyediakan layanan lalu lintas penerbangan yang aman, nyaman dan ramah lingkungan.
Maka hal yang dilakukan adalah dengan menyediakan seluruh fasilitas pelayanan dengan teknologi terkini, baik fasilitas telekomunikasi, navigasi maupun surveillance. Kemudian juga didukung dengan teknologi otomasi yang menjamin keakuratan data dan kecepatan proses sehingga mampu meningkatkan kinerja pelayanan.
Agar pelayanan ini dapat berjalan maksimal, di tubuh AirNav Indonesia Distrik Yogyakarta juga dilakukan peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM).
"Semua teman-teman Air Traffic Controllers harus punya lisensi serta rating dan harus selalu diperbaharui. Dari teman teknik harus update pengetahuanya dengan alat baru yang semakin canggih. Semua itu sudah diprogramkan melalui rencana kerja yang disusun setiap tahunnya," papar Nono.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan juga dilakukan melalui training–training pada lembaga training yang berkualitas, serta memberikan sosialisasi terhadap regulasi yang harus dipenuhi. Selain itu pihaknya juga akan selalu bekerjasama dengan TNI AU.
"Dunia penerbangan itu dinamis dan memiliki bermacam-macam masalah. Jadi kita harus hadir untuk meberikan solusi di tiap masalah yang ada. Terutama bagi keselamatan penerbangan," katanya. (Santo Ari/TRIBUNJOGJA.com / Santo Ari)