Black Knight, Objek Hitam Misterius yang Telah Mengangkasa selama 50 Tahun
Sekitar 3.600 satelit masih berada di orbit. Namun bagi satelit yang sudah tak beroperasi, mereka akan menjadi puing-puing ruang angkasa.
TRIBUNJOGJA.COM - Mungkin Anda tidak sadar, tapi setidaknya telah ada 6.000 satelit yang diluncurkan ke orbit Bumi sejak Uni Soviet mengirim Sputnik 1 ke ruang angkasa pada tahun 1957.
Satelit buatan manusia ini telah melayani berbagai tujuan, seperti sarana komunikasi, navigasi, dan eksplorasi.
Perkiraan menunjukkan bahwa sekitar 3.600 satelit masih berada di orbit, di mana yang masih aktif beroperasi semakin berkurang.
Namun bagi satelit yang sudah tak beroperasi, mereka akan menjadi puing-puing ruang angkasa.
Puing-puing ini akan mudah dideteksi, namun tidak dengan Black Knight (Kesatria Hitam). Ia merupakan satelit misterius yang sangat diperdebatkan.

Sementara beberapa pihak berpendapat bahwa Ksatria Hitam telah mengorbit selama 50 tahun, yang lain mengklaim kisaran waktu yang kurang dari itu.
Namun ada juga pihak yang mengatakan itu kira-kira telah mengorbit sekitar 13.000 tahun yang lalu.
Tujuan dan asal-usulnya tetap tersembunyi, tidak heran jika para ahli teori konspirasi pun menjadikannya objek spekulasi.
Saat ahli teori konspirasi menjelaskan keberadaan benda itu terkait dengan makhluk luar angkasa, para akamedisi mulai menolak segala 'omong kosong' tersebut.
Jadi bagaimana menjelaskan desas-desus seputar Ksatria Hitam?
Akar cerita dimulai saat Nikola Tesla konon telah mendengar suara dari luar angkasa pada tahun 1899.
Dia menganggap suara itu mungkin berasal dari kehidupan cerdas yang tidak ada di Bumi, mungkin penduduk Mars.
Beberapa dekade kemudian, pada tahun 1968, para astronom menegaskan bahwa dia memang mendengar sinyal radio, tetapi tidak datang dari objek alam lain di luar angkasa.
Sebenarnya, Tesla tidak pernah mengklaim mendengar sinyal yang berasal dari satelit yang mengorbit Bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/black-knight-satelit-misterius_20180901_142552.jpg)