Bantul
Hiu Paus di Parangkusumo Akhirnya Dikubur
Penguburan dilakukan dengan cara membuat lubang di pasir pantai sedalam sekitar 3 meter menggunakan backhoe.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
“Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penelitian,” kata Suwarto.
Sementara itu, Yuni Tita Sari selaku tim medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengatakan, pihaknya sudah mengambil sampel beberapa bagian tubuh hiu paus.
Sebagian besar adalah organ dalam seperti usus, hati dan sirip untuk dilakukan penelitian.
“Sampel organ dalam kita bawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk diteliti guna mengetahui penyebab kematian hiu paus. Butuh waktu cukup lama untuk mengetahui penyebab hiu paus tersebut mati. Namun sejauh ini dugaan sementara hiu paus mati karena pendarahan di bagian usus,” kata Yuni. (TRIBUNJOGJA.COM)