Bantul

Hiu Paus di Parangkusumo Akhirnya Dikubur

Penguburan dilakukan dengan cara membuat lubang di pasir pantai sedalam sekitar 3 meter menggunakan backhoe.

Tayang:
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah lebih kurang 12 jam terdampar di daratan, hiu paus (Rhincodon Typus) yang terdampar di tepian Pantai Parangkusumo, Bantul akhirnya dikubur.

Proses penguburan dilakukan pada Senin (27/8/2018) petang dengan alat berat jenis backhoe.

Penguburan dilakukan dengan cara membuat lubang di pasir pantai sedalam sekitar 3 meter menggunakan backhoe.

Bangkai hiu paus kemudian dimasukan dalam lubang dengan cara didorong dengan alat berat.

Setelah itu, bekas lubang berisi bangkai kemudian ditutup kembali dengan pasir pantai.

Baca: VIDEO : Hiu Tutul Terdampar Di Pantai Parangkusumo

Proses penguburan sendiri berlangsung nyaris tanpa kendala dan durasi yang cukup singkat.

Dimulai sekitar pukul 17.00 setelah backhoe tiba, pukul 18.00 proses penguburan sudah selesai.

Proses penguburan dikerumuni warga yang penasaran dan ingin mengabadikan momen melalui foto.

Penguburan bangkai hiu paus menurut Kepala Seksi Pendayagunaan Laut Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) DIY, Suwarto dilakukan agar bangkai hiu paus tidak dimanfaatkan pihak tak berkepentingan.

Misalnya, warga yang mungkin ingin memanfaatkan daging dan organ tertentu dari hiu paus.

“Hiu paus ini masuk kategori hewan dilindungi, sesuai aturan jika dalam keadaan mati, bangkai tidak bisa dimanfaatkan selain untuk keperluan penelitian. Oleh sebab itu kita berupaya agar bangkai segera dievakuasi. Kita putuskan menguburnya karena paling memungkinkan untuk dilakukan,” kata Suwarto.

Baca: Hiu Tutul yang Terdampar di Parangkusumo Termasuk Satwa yang Dilindungi

Alasan lain, bangkai hiu paus sebenarnya juga berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya jika dikonsumsi karena perkembangan bakteri yang ada di dalamnya.

Proses evakuasi bangkai hiu paus yang terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul menggunakan alat berat lalu dikubur, Senin (27/8/2018) petang.
Proses evakuasi bangkai hiu paus yang terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul menggunakan alat berat lalu dikubur, Senin (27/8/2018) petang. (IST)

Selain itu, bakteri tersebut juga berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan pencemaran lingkungan di sekitar lokasi jika tidak segera dikubur.

Sejauh ini, menurut Suwarto, belum diketahui penyebab pasti hiu paus terdampar.

Namun dari indikasi sementara, hiu paus tersebut terlepas dari kawanan sehingga disorientasi arah sehingga membuatnya terjebak ke pantai.

“Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penelitian,” kata Suwarto.

Sementara itu, Yuni Tita Sari selaku tim medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengatakan, pihaknya sudah mengambil sampel beberapa bagian tubuh hiu paus.

Sebagian besar adalah organ dalam seperti usus, hati dan sirip untuk dilakukan penelitian.

“Sampel organ dalam kita bawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk diteliti guna mengetahui penyebab kematian hiu paus. Butuh waktu cukup lama untuk mengetahui penyebab hiu paus tersebut mati. Namun sejauh ini dugaan sementara hiu paus mati karena pendarahan di bagian usus,” kata Yuni. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved