Yogyakarta
Syak Merah Jambu Karya Nyincing Daster Club Dibacakan Langsung oleh Penulisnya
Nyincing Daster Club sengaja merancang launching buku tersebut juga dengan acara pembacaan karya yang ada dalam buku itu oleh para penulisnya sendiri.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sukses menelurkan buku Syak Merah Jambu, komunitas Nyincing Daster Club (NDC) melanjutkan dengan pembacaan karya di beberapa acara belum lama ini.
Nyincing Daster Club sengaja merancang launching buku tersebut juga dengan acara pembacaan karya yang ada dalam buku itu oleh para penulisnya sendiri.
Baca: Petugas Pertamina Temukan Gas Melon Dipakai Restoran Beromset Puluhan Juta di Bantul
Di samping untuk mengenalkan dan memberi "sneak peak" tulisan-tulisan yang ada dalam buku Syak Merah Jambu.
Hal ini bertujuan agar pembaca bisa tahu seperti apa jika tulisan-tulisan itu dibacakan langsung oleh penulisnya sesuai dengan rasa yang mereka miliki ketika menuliskannya.
"Alhamdulillah feedback dari penonton saat itu positif, hingga saat ini permintaan untuk mengunggah video-video pembacaan itu secara lengkap juga tinggi, walau tentu kami belum bisa mewujudkan semuanya karena kesibukan masing-masing dan juga durasi video yang memang bisa dibilang cukup panjang hingga kami harus melakukan editing terlebih dahulu," ujar Vika Aditya, seorang penulis Syak Merah Jambu, Kamis (23/8/2018).
Lanjut Vika, buku Syak Merah Jambu cetakan pertamanya sudah sold out dalam waktu kurang lebih dua bulan sejak dilaunching rencananya akan dicetak ulang pada awal bulan depan (September) dengan sistem PO yang akan diumumkan langsung dari akun ig @nyincingdaster .
Hal ini dilakukan karena permintaan akan buku tersebut ternyata masih banyak, dan NDC akan membuat bundling edisi terbatas untuk cetakan kedua nanti.
Syak Merah Jambu sendiri lahir dari komunitas Nyincing Daster Club yakni Geriel, Irza, Galuh Sitra, Endro Gusmoro, Gusti Hasta, Vika Aditya dan Susi.
Enam perempuan dan satu laki laki yang tergabung dalam Nyincing Daster Club, semacam wadah curhat berlandaskan keisengan ini kini mencatatkan diri menjadi penulis dan hanya berharap tak berpikir untuk berhenti menulis setelah buku pertama karya perdana mereka dirilis.
Syak Merah Jambu yang mengandung makna Syak mewakili kegundahan, merah jambu mewakili kaum perempuan adalah bentuk dari sebuah pengalaman batin yang dirasakan kaum perempuan.
Meski di sini ada Endro yang menjadi satu-satunya penulis pria di buku ini, Endro pun mencurahkan apa yang ia rasakan sebagai laki laki memandang Syak Merah Jambu.
Dalam Syak Merah Jambu, pembaca akan disuguhi beragam tema, dari yang serius hingga menggelitik.
Di antaranya, Ada Tema Jatuh Cinta Tiba-tiba, Memelihara Ingatan, Siapa Aku Fall in Love With The People I Can't Have, Surat Rindu, 1998, Tiga Hal Bodoh yang Tak Akan Pernah Kusesali dan Tiga Hal yang Mudah Membuatku Menangis.
Masing-masing penulis menuliskan cerita dari satu tema besar tersebut.