Yogyakarta
Soft Opening Studio Tari Banjarmili Akan Diisi Pentas Kolaborasi Enam Negara
Rencananya, Senin (27/8/2018) esok menjadi acara peluncuran kembali yang akan mengundang sederet tamu undangan serta masyarakat umum.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
"Tempat ini juga pernah untuk kegiatan Pemuda Ansor, Umat Katholik, dan untuk kegiatan kampung, bahkan untuk resepsi perkawinan tetangga," lanjutnya.
Seiring seringnya digunakan untuk berkegiatan, studio miliknya kian diketahui khalayak kala adanya kegiatan Bedog Arts Night pada tahun 2007 dam dibiayai oleh Asian Cultural Council New York yang kemudian berubah nama menjadi Bedog Arts Festival (BAF) pada 2008 dengan penyandang dana dari Art Network Asia Singapore.
Festival itu didirikan oleh Miroto dan didukung oleh GKR Pembayun, Angger Jati Wijaya, Garin Nugroho, Agung Gunawan, dan Haposan Gilberg Manurung
Baca: Studio Teater PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta Gelar Teater Interaktif antara Pemain dan Penonton
Melalui tambahan dukungan dari Bekraf yakni berupa bantuan rebovasi ini, kini, Studio Banjarmili diharapkan akan lebih nyaman dan aman guna dimanfaatkan untuk berkesenian dan berkebudayaan.
Banjarmili juga mempersiapkan diri dengan memiliki sejumlah tim manajemen yang semakin baik dari tahun ke tahun.
"Kami berharap kerjasama dari berbagai pihak agar dapat bersama-sama menciptakan tempat ini semakin baik sebagai ruang kreatif yang turut meningkatkan kemajuan kebudayaan, kesenian, pendidikan, pariwisata, lingkungan, dan kesejahteraan," harapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-studio-tari-banjarmili-milik-martinus-miroto_20180823_144546.jpg)