Bila China, Rusia, Iran, dan Turki Bersatu, Bagaimana Nyali Amerika?

Memanfaatkan konflik di Suriah, Turki berusaha membangun koalisi bersama Rusia, Iran, serta China untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat

Editor: iwanoganapriansyah
IST
Pelaksanaan kerja sama Iran, Rusia, dan Turki 

TRIBUNJOGJA.COM - Keberadaan pangkalan militer AS di Incirlik, Turki dalam perkembangan terkini ternyata tidak hanya merupakan ancaman bagi Rusia bahkan bagi Turki sendiri.

Sejak Perang Dingin masih berkobar, pangkalan militer Incirlik sering digunakan oleh militer AS untuk menerbangkan pesawat pengintai U-2, guna memata-matai wilayah Rusia (Uni Soviet).

Jet-jet tempur AS dan NATO pun selalu siaga di Incirlik untuk sewaktu-waktu melancarkan serangan udara ke Rusia jika terjadi konflik.

Secara kedaulatan Incirlik sebenarnya merupakan milik Turki.

Dilansir dari CNN dan South China Morning Post, Pemerintah Turki sendiri sebenarnya sudah pernah berniat mengambil alih pangkalan militer Incirlik pada tahun 1975.

Tapi setiap kali Turki akan mengambil alih pangkalan militer Incirlik, AS langsung meresponnya dengan cara menerapkan sangsi embargo militer dan ekonomi terhadap Turki.

Atas ancaman embargo dari AS itu, Turki akhirnya memilih diam sehingga pangkalan militer Incirlik masih bisa leluasa dioperasikan oleh AS dan NATO.

Tapi ketika pada tahun 2016 di Turki terjadi upaya kudeta yang didalangi AS, mulai terjadi perubahan sikap antara Turki-AS.

Apalagi pasukan AS di Suriah yang bertempur melawan ISIS malah mendukung suku Kurdi yang notabene merupakan musuh Turki. Konflik AS-Turki pun tak bisa dihindarkan.

Militer Turki di bawah perintah Presiden Recep Endorgan sebenarnya bisa langsung menangkapi personel militer AS di Incirlik yang terlibat kudeta.

Atau mengusir seluruh pasukan AS dari Turki karena telah terbukti mendukung para pemberontak Kurdi yang ingin mendirikan negara merdeka di kawasan Turki.

Namun untuk mengusir pasukan AS dari Turki, memang tidak mudah karena Turki sendiri secara militer dan ekonomi masih banyak tergantung kepada AS.

Bangun Koalisi Baru

Oleh karena itu, dengan memanfaatkan konflik di Suriah, Turki berusaha membangun koalisi bersama Rusia, Iran, serta China.

Koalisi yang secara otomatis akan membuat hubungan AS-Turki makin memanas tapi sekaligus membuat posisi Turki makin kuat.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved