Yogyakarta

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Stabil dan Terkendali

Jelang Idul Adha, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan harga daging sapi stabil.

Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Stabil dan Terkendali
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Pedagang daging sapi sedang melayani pembeli di Pasar Sleman, Senin (10/8/2015). Harga daging sapi masih tinggi sejak naik pada lebaran lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Jelang Idul Adha, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan harga daging sapi stabil.

Hal ini dilaporkan usai tim melakukan pemantauan harga ke pasar hewan dan pasar tradisional di seluruh DIY pada 9-15 Agustus 2018 lalu.

Dari hasil pantauan, harga daging sapi tercatat relatif terkendali dengan kondisi pasokan yang mencukupi.

"Adapun rata-rata tingkat harga daging sapi berkisar antara Rp115.000,- hingga Rp120.000,- per kilogram, hal ini sejalan dengan hasil survei PIHPS Nasional yang menunjukkan tingkat harga sebesar Rp117.500,- per kilogram," jelas Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Probo Sukesi melalui keterangan resmi yang dikeluarkan, Senin (20/8/2018).

Baca: Desa Tangguh Bencana Kembali Dikukuhkan oleh BPBD Sleman

Namun demikian, peningkatan harga sapi hidup hampir terjadi di seluruh wilayah DIY dengan peningkatan hingga 10% dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga rata-rata saat ini sebesar Rp19juta hingga Rp21juta.

"Kenaikan harga pada hewan ternak dipengaruhi oleh peningkatan biaya perawatan hewan, seperti pakan dan kesehatan," lanjutnya.

Sebagian besar kebutuhan hewan ternak yang ada di DIY berasal dari wilayah Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo serta beberapa wilayah sekitar seperti Kebumen.

Sementara itu, jenis sapi ternak yang diperjual belikan antara lain yaitu jenis Brahma, Limousin, Peranakan Ongole (PO) serta Simental.

Baca: Nama Baru RSUD Sleman Tunggu Persetujuan Gubernur

Selain itu, dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Daerah di DIY memiliki beberapa program khusus untuk menjaga kestabilan harga dan kesehatan hewan ternak antara lain melakukan pemantauan harga secara berkala agar tidak terjadi mark up harga berlebihan oleh pedagang hewan kurban, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, serta memantau pemotongan hewan dengan menurunkan sejumlah personil.

Pantauan ini didukung oleh segenap Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, anggota TPID Provinsi/Kabupaten/Kota, Satgas Pangan DIY serta aparat penegak hukum setempat.

Melalui pantauan ini untuk mengetahui kondisi perkembangan harga dan pasokan terkini khususnya daging sapi menjelang Idul Adha, sehingga apabila terdapat hal-hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Hal ini tidak terlepas dari cukup besarnya pengaruh inflasi daging sapi terhadap inflasi volatile food. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved