Otomotif

Terlanjur Jatuh Hati, Warga Bantul Ini Enggan Menjual VW Klasik Miliknya

Ia mengaku tidak akan menjual VW Combi kesayangannya tersebut meski ditawarkan dengan harga tinggi.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ibnu Setya (39) pecinta mobil klasik saat mengikuti konvoi Taman Wisata Candi (TWC), Jumat (17/08/2018). 

Sebab kendaraan tersebut ternyata bekas ambulans.

"Dulu bekasnya rumah sakit. Tempat tidur pasiennya saja waktu itu masih ada di bagian belakang," jelas Ibnu.

Saat pertama kali dibeli, Ibnu menceritakan bahwa kondisi mobil tersebut sudah karatan serta interior yang bisa dibilang berantakan.

Ia kemudian memoles mobil tersebut agar terlihat seperti baru.

Termasuk mengecat dan memperbarui bagian interior mobil.

Namun bentuk mobil sama sekali tidak ia ubah.

"Saya lebih suka bentuknya yang masih asli, jadi cuma dipoles saja," kata pria yang bekerja di bidang farmasi ini.

Tidak hanya klasik, Ibnu juga menggambarkan VW Combi miliknya sebagai jenis yang langka.

Seri yang ia miliki berbeda pada tampilan depan, di mana lampu tanda berbeloknya berada di bawah lampu utama.

"Istilahnya itu Combi kumis, termasuk jarang yang punya itu," kata Ibnu.

Ibnu juga menyatakan bahwa memiliki VW klasik bisa menjadi lahan investasi yang menarik.

Sebab bisa digunakan untuk wisata atau sekedar pemotretan.

Namun ia mengaku tidak akan menjual VW Combi kesayangannya tersebut meski ditawarkan dengan harga tinggi.

"Nggak bakal saya lepas, sayang sekali soalnya. Ibaratnya itu sudah seperti istri kedua saya," ungkap Ibnu sambil tertawa.

Ibnu mengakui bahwa istrinya pun tahu dirinya sangat menyayangi kendaraan klasik tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved