Bantul

Bupati Bantul Hadiri Upacara Wiwitan di Gilangharjo

Upacara wiwitan merupakan prosesi untuk penanda jelang acara panen padi sebagai simbol ungkapan rasa syukur para petani dan warga.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono belum lama ini menghadiri upacara wiwitan di daerah Bulak Ngaran, Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Kehadiran bupati tersebut, sebagai satu di antara upaya Pemkab Bantul mendukung eksistensi upacara wiwitan sebagai satu tradisi langka.

Baca: Menikmati Syahdunya Matahari Terbenam di Bukit Semar Watu Goyang

“Pemerintah Bantul tentu mengapresiasi upaya masyarakat Gilangharjo karena bisa kembali menggelar upacara wiwitan yang dewasa ini perlahan mulai musnah karena sudah jarang ada yang merawat atau nguri-uri. Semoga menular ke daerah lain untuk terus menjaga tradisi,” kata Suharsono.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, upacara wiwitan merupakan prosesi untuk penanda jelang acara panen padi sebagai simbol ungkapan rasa syukur para petani dan warga atas berkah panen padi yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta.

Prosesi ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan merupakan warisan zaman nenek moyang.

Biasanya, upacara wiwitan ditandai dengan iring-iringan petani yang membawa gunungan berisi padi kering dan gunungan buah-buahan, sayur, serta ingkung ayam dan sego gurih ke sawah.

Baca: Pemkab Bantul Tata Jalur ATV di Parangtritis demi Dongkrak Kunjungan Wisman

Beberapa warga menggunakan ani-ani atau alat seperti pisau kecil untuk memotong padi dengan hati-hati.

“Kalau bisa terus dijaga. Supaya para generasi muda di Bantul ini juga mengetahui upacara wiwitan sebagai salah satu warisan budaya leluhur. Kalau bisa generasi muda ini ikut melestariakan warisan budaya daerah termasuk melalui upacara wiwitan seperti ini,” kata Suharsono. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved