Jawa

Pembukaan Festival Lembah Merapi Berlangsung Meriah

Acara pertama dibuka dengan pentas kesenian tradisional pada siang hari dan Sendratari Chandrageni Merapi di Puncak Gunung Gono di malam harinya.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Penari tari topeng beraksi menghibur masyarakat di hari pertama Festival Lembah Merapi tahun 2018 di Gunung Gono, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hari pertama Festival Lembah Merapi 2018 di obyek wisata Gunung Gono, Desa Banyubiru Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang berlangsung dengan meriah, Jumat (10/8/2018).

Ratusan masyarakat berdatangan dari dalam dan luar daerah untuk menyaksikan salah satu pagelaran seni budaya yang paling ditunggu di Kabupaten Magelang tersebut.

Acara pertama dibuka dengan pentas kesenian tradisional pada siang hari dan Sendratari Chandrageni Merapi di Puncak Gunung Gono di malam harinya.

Kesenian tradisional yang ditampilkan khas daerah, seperti sureng, topeng ireng, dan kesenian lain.

Pagi harinya, pukul 04.30 WIB, masyarakat berkumpul di panggung melihat pertunjukan Sunrise Music.

Pertunjukkan musik saat pagi, dengan pemandangan matahari yang terbit di antara dua gunung Merapi dan Merbabu.

Baca: Bersimfoni dengan Alam Lewat Festival Lembah Merapi

Siang harinya, ada parade hewan hias di Lapangan Banyubiru, dimana akan ada banyak hewan yang dihias unik dan lucu, Sabtu (11/8/2018).

Disambung, pentas kesenian di Puncak Gunung Gono dan kirab budaya di Jalan Talun-Muntilan, pada hari Minggu (12/8/2018).

Puncaknya sendiri diadakan pada Sabtu (11/8/2018) yakni Symphony Gunung dimana Donnie Sibarani eks Ada Band akan tampil menghibur penonton dengan suara emasnya dan lagu-lagu nuansa romantis.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso pun berharap adanya Festival Lembah Merapi, dapat meningkatkan pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kabupaten Magelang.

Obyek wisata yang ada terbangun dan dapat berkembang.

Lama tinggal wisatawan pun dapat bertambah.

Paling utama adalah dapat memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca: Aksi Sosial PWI Kota Magelang, Warga Senang Dapat Bantuan Air Bersih

"Kami berharap dapat membawa dampak yang baik kepada pariwisata dan juga perekomomian warga setempat. Obyek wisata dapat berkembang, Kabupaten Magelang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing," ujar Iwan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved