Bantul
Fahlul Lukis Cerita Rakyat Pakai Pen Burner
Di gubuk kayu ini, Fahlul membuat lukisan dari media kayu dengan teknik pyrography atau seni melukis dengan pen burner.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Untuk lukisan yang sering dibuat, Fahlul biasa membuat lukisan yang berhubungan dengan sejarah.
Yaitu cerita rakyat yang kemudian ia kemas dengan bentuk berbeda khas gaya Fahlul.
Misalnya saja, tokoh Srikandi yang kental dengan salah satu cerita rakyat era lampau.
Bukan tanpa alasan, Fahlul melukis tokoh maupun cerita rakyat demi mengingatkan kembali memori masa lampau tentang cerita rakyat.
Meski demikian, Fahlul tak lantas lalu menutup mata dengan modernisasi dengan juga membuat lukisan modern. Misalnya, quotes atau motivasi.
Baca: Miris! Karena Alasan Supaya Bisa Bekerja, Orangtua Ini Kurung Anak Kembarnya di Kotak Kayu
“Disesuaikan dengan mood dan keinginan hati saya ingin melukis apa. Tapi melukis cerita rakyat jadi yang paling menarik untuk saya. Sepertinya di Indonesia juga masih jarang yang melukis cerita rakyat di media kayu dengan teknik phyrography ini,” kata Fahlul.
Menurut Fahlul, untuk membuat satu jenis lukisan potret seseorang, ia butuh waktu minimal sat jam untuk menyelesaikannya.
Berbeda dengan lukisan untuk keperluan pernak-pernik kafe yang hanya butuh satu jam untuk dua sampai tiga jenis pernik.
Durasi bisa lebih lama jika melukis cerita rakyat.
Soal harga karya lukis Fahlul, dipatok mulai Rp 50 ribu untuk pernak-pernik kafe, Rp 250 ribu untuk potret wajah dan kisaran Rp 2,5 juta untuk lukis cerita rakyat.
Menurutnya, luas gambar, ukuran media kayu dan tingkat kerumitan lukisan sangat mempengaruhi harga jual lukisan buatannya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fahlul-memakai-media-kayu-untuk-melukis_20180808_222730.jpg)