Bantul
Fahlul Lukis Cerita Rakyat Pakai Pen Burner
Di gubuk kayu ini, Fahlul membuat lukisan dari media kayu dengan teknik pyrography atau seni melukis dengan pen burner.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang laki-laki berperangai ramah duduk di sebuah gubuk kayu yang lebih mirip bekas kandang sapi di RT 12, Mangunan, Dlingo, Bantul, Rabu (8/8/2018).
Berukuran sempit, ditata dari kayu yang masih kasar, dan nyaris tanpa fasilitas elektronik.
Tapi siapa sangka, dari gubuk kayu nan sederhana itu tercipta karya-karya lukis yang sarat dengan nilai seni.
Adalah Fahlul Mukti (40), laki-laki berperangi ramah pemilik gubuk kayu yang sebenarnya menjadi sebuah ruang tempatnya mencipta imajinasi tersebut.
Di gubuk kayu ini, Fahlul membuat lukisan dari media kayu dengan teknik pyrography atau seni melukis dengan pen burner.
Baca: FUR-CRAFT, Peluang Bisnis dengan Pemanfaatan Limbah Kayu
Phyrography, diketahui hampir sama dengan seni lukis yang lain.
Yang jadi pembeda, jika seni lukis konvensional memakai media kavas, phyrography ini menggunakan kayu.
Selain itu, dipakai alat untuk menyalurkan panas agar media lukis menjadi terbakar namun dengan pola sesuai keinginan pelukis.
"Baru satu tahun terakhir ini saya menekuni phyrography. Belajar sendiri (otodidak) lewat video di youtube dari seniman-seniman yang sudah mahir mempraktekkan teknik ini. Sekarang sedang terus belajar, bereksperimen dan coba terus mengembangkan melukis pakai kayu ini,” ujar Fahlul.
Dijelaskan pria yang lahir di Giriloyo, Imogiri, Bantul tersebut, ia memulai melukis dengan teknik phyrography dengan menyiapkan dahulu media lukis.
Yaitu, kayu dengan luasan sesuai selera. Kayu Mahoni ia pilih, karena punya serat yang halus dan cocok menjad media untuknya melukis dengan teknik ini.
Media kayu ini, terlebih dahulu dihaluskan oleh Fahlul supaya bisa dijadikan media lukis.
Setelah kayu halus, baru dibentuk pola atau sketsa sesuai gambar yang diinginkan.
Baru setelah komposisinya dirasa pas, gambar yang diinginkan bisa dilukis memakai api yang muncul dari alat khusus.
Baca: Mobil Kayu Mainan yang Tak Lekang Ditelan Zaman
“Saya pakai alat namanya pen burner. Seperti solder. Tapi saya membuat sendiri bagian ujung pen burnernya. Soalnya saat melukis, garisnya macam-macam jadi perlu ujung pen buner yang berbeda pula. Saya buat sendiri pakai dua jenis kawat, nikelin dan nikrom, garis yang dihasilkan bisa beda,” kata Fahlul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fahlul-memakai-media-kayu-untuk-melukis_20180808_222730.jpg)