Jawa
Batu Kecubung Ini Benar-benar Jumbo, Bobotnya Mencapai 8 Kuintal
Sejak lama batu ini dipergunakan orang Yunani kuno sebagai jimat agar terhindar dari racun dan mabuk berat akibat minuman beralkohol tinggi.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANDUNG - Anda sudah pernah berkunjung ke Museum Geologi di Bandung?
Jika belum, catatan singkat perjalanan ini barangkali bisa memantik minat Anda berkunjung ke museum.
Museum ini memiliki begitu banyak koleksi menarik terkait ilmu pengetahuan kegeologian dan sejarah kegunungapian.
Baca: Satu Dasawarsa Museum Sandi : Napak Tilas Sejarah Benteng Informasi RI
Cara penyajian koleksi dan teknologi pendukung pamernya juga sudah modern.
Dua lantai gedung peninggalan kolonial Belanda ini digunakan sebagai ruang pamer, dan terbagi dalam berbagai seksi berdasar tema sajian.
Semua yang dipamerkan dilengkapi data dan informasi, meski kadang tak lengkap.
Nah, di antara ribuan koleksi Museum Geologi yang pengelolaannya ada di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini, ada satu yang istimewa.
Koleksi itu dipajang di tengah ruang pamer The World Rocks and Mineral di lantai satu.
Apa itu? Dia adalah batu kecubung super jumbo.
Tepatnya bongkahan batu yang di tubuhnya menempel fragmen-fragmen batu kecubung berwarna ungu muda hingga tua.
Nama internasional batu kecubung adalah Amethyst Crystal, jenis batu mineral yang masuk golongan quartz atau kuarsa.
Di Indonesia dikenal dengan nama batu kecubung karena warnanya mirip dengan bunga tanaman kecubung yang berwarna ungu.
Dede Mulyana, seorang petugas di museum ini menyebut, berat bongkahan batu kecubung ini mencapai 800 kilogram atau 8 kuintal.
"Batu ini asalnya dari Solok, Sumatera Barat," kata Dede kepada Tribunjogja.com, Senin (6/8/2018).
Sayang, riwayat penemuan bongkahan batu kecubung ini tidak lengkap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/batu-kecubung-ini-benar-benar-jumbo-bobotnya-mencapai-8-kuintal_20180807_085927.jpg)