Bisnis

Meskipun Harga Elektronik Naik, Produsen Klaim Penjualan Tetap Terjaga

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berimbas pada naiknya harga jual barang-barang elektronik.

Editor: Ari Nugroho
net
Ilustrasi produk elektronik 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berimbas pada naiknya harga jual barang-barang elektronik.

Tak tanggung-tanggung, bahkan harga jualnya ada yang telah dua kali mengalami penaikan dengan total persentase sebesar 10 %.

Namun kenaikan tersebut diklaim sejumlah produsen tidak berpengaruh terhadap penurunan penjualan produk.

Mereka menilai, target penjualan dan konsumen dari pasar elektronik sejauh ini masih terbilang stabil meskipun rupiah terus tertekan dan beberapa produk elektronik ikut melambung.

Baca: Empat Cara yang Sering Dianggap Salah Kaprah saat Isi Baterai Barang Elektronik

Marketing LG Cabang Jawa Tengah, Dedi Suryanto mengatakan, untuk produk TV pihaknya belum menaikkan harga, namun untuk produk seperti kulkas dan Air Conditioner (AC) pihaknya telah menaikkan harga jual semenjak bulan lalu.

Untuk TV dengan tipe 24 inch pihaknya menjual Rp2,4 juta sementara untuk TV premium dengan tipe 55 inch dibanderol harga Rp10 jutaan.

"Untuk AC bulan lalu sudah naik, ini sekarang naik lagi jadi sudah dua kali kenaikannya, itu yang kenaikkannya cukup banyak. Contohnya untuk yang tipe 1/2 PK sebelumnya harganya Rp3 juta sekarang jadi Rp3.250.000, jadi rata-rata naiknya sekitar 10%" ujarnya, Selasa (31/7/2018).

Kemudian untuk produk kulkas impor, naiknya mencapai lima persen yang telah naik semenjak awal bulan ini.

Dedi juga mengklaim, bahwa untuk tingkat penjualan produk pihaknya belum mengalami penurunan dan pasar saat ini masih tetap terjaga.

Baca: Kisah Shandra, Mendulang Emas dari Rongsokan Limbah Elektronik

"Kalau konsumen saat ini masih terjaga, cuman kendalanya hanya di supply barang yang terbatas karena mungkin part-nya naik ya, jadi barangnya jadi turun," imbuhnya.

"Penjualan kita juga terbantu dengan adanya event-event seperti Piala Dunia kemarin, jadi pada semester satu penjualan kita memenuhi target," jelasnya.

Sementara itu, Marketing Sharp Cabang Yogyakarta, Triantofu juga menyatakan hal yang serupa. Harga produk yang naik hanya pada AC dan kulkas, sementara TV masih stabil.

"Kalau untuk kulkas kita naiknya di dua bulan ke depan, itu sekitar dua sampai tiga persen, dan ini sudah kedua kalinya naik. Total kenaikan nya ada enam persen lah," jelasnya.

Kemudian untuk produk AC, ini merupakan yang pertama kali harga jualnya naik dengan persentase sekitar tiga persen.

Baca: Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Menguat

Ia juga mengaku, semenjak dollar menguat pasokan barang dari pusat berkurang karena harga bahan baku yang melambung otomotasi produksi pun turun.

Namun demikian, tingkat penjualan produk Sharp Cabang Yogyakarta diklaimnya tetap positif dan target penjualan senantiasa tercapai.

"Untuk target penjualan secara keseluruhan juga tercapai, tidak terlalu berpengaruh kenaikannya," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved