Profesi Unik
Kisah Shandra, Mendulang Emas dari Rongsokan Limbah Elektronik
Kisah Shandra, Mendulang Emas Murni dari Rongsokan Limbah Elektronik. Dari Pekerjaannya Ini, Dia Mampu Menghidupi Keluarga Kecilnya.
TRIBUNJOGJA.COM - Limbah telepon genggam dan komputer memang diketahui mengandung emas murni.
Tak ayal, banyak orang yang memilih untuk menekuni usaha sebagai penambang emas dari sisa-sisa rongsokan telepon genggam ataupun komputer.
Salah satunya Shandra (32).
Pria yang dulunya bekerja sebagai kenek bus tersebut mengaku sudah 10 tahun menekuni profesi sebagai penambang emas limbah barang elektronik.
Dari tumpukan rongsokan itulah Shandra menyulap limbah menjadi sumber penghasilannya.
Ia melebur emas-emas yang tersisa di barang-barang rongsokan tersebut.
Perkenalan Shandra dengan profesi sebagai ‘penambang’ emas dimulai dari keinginan Shandra memiliki pekerjaan yang santai tetapi tetap menghasilkan uang.
Lewat calon mertuanya dulu, ia akhirnya dikenalkan dengan pekerjaan yang unik tersebut.
“Saya kan orangnya malas, kaga mau capek kayak orang lainlah. Ga mau serabutan kerja di kebun atau kerja sama orang. Jadi saya menekuni ini kayakya enak masa depannya, gak monotonlah,” kata Shandra saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu.
Shandra menyebutkan, penghasilannya sebagai ‘penambang’ cukup lumayan.
“Kalau kerja sama orang ya tiap bulan gajinya segitu-gitu saja tak ada tambahan. Coba di bidang kayak gini dapat borongan, gaji Presiden juga kalah. Saya aja kadang-kadang punya barang dari sehari punya untung Rp 800 ribu. Gaji siapa yang segitu?” kata dia.
Shandra menambahkan, keuntungan yang diperolehnya tidak terbatas pada uang.
Ia mengatakan, dirinya mempunyai banyak relasi dengan menekuni profesi tersebut.
Relasinya terbentang hingga Korea dan China.
“Dulu saya kerja di mobil, kenek bus ke Jawa Solo, cuma saya pikir saya tua di jalan. Kalau kayak begini, pengalaman lebih luas, bisa kenal sama orang-orang luar, Korea, Tiongkok dari beginian. Dari rongsokan kadang orang menyepelekan, tapi gak tahu aja duitnya bisa berapa,” kata Shandra.