Techno
Empat Cara yang Sering Dianggap Salah Kaprah saat Isi Baterai Barang Elektronik
Beberapa saran yang diberikan orang mengenai aturan pengisian daya ternyata tidak lagi berlalu dengan adanya teknologi modern
TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang yang mengatakan bahwa charger ponsel tidak boleh ditinggalkan di stop kontak, atau mengisi daya laptop tidak boleh dibiarkan sepanjang malam.
Namun, beberapa saran yang diberikan orang mengenai aturan pengisian daya ternyata tidak lagi berlalu dengan adanya teknologi modern.
Berikut ini adalah mitos yang berkaitan dengan pengisian baterai pada perangkat elektronik:
1. Tidak boleh mengisi baterai ponsel dalam semalam

Berkat baterai lithium-ion modern, kita dapat mengisi baterai dalam waktu semalam.
Baterai jenis ini memiliki pengontrol yang berhenti mengisi daya saat baterai sudah penuh, jadi tidak perlu khawatir baterai akan rusak saat mengisi daya terlalu lama.
2. Harus menunggu baterai ponsel hingga 0%

Baterai lithium-ion memiliki sejumlah siklus biaya terbatas.
Satu siklus adalah muatan penuh dari 0% hingga 100%. Jika kita mengisi baterai dari 90% hingga 100%, kita hanya menggunakan 1/10 dari siklus.
Agar tidak menyia-nyiakan satu siklus penuh, sebaiknya kita mengisi daya ponsel beberapa kali sehari.
Menurut ahli, baterai akan bekerja untuk waktu yang lebih lama jika menyimpan muatan di suatu tempat sekitar 40% hingga 80%.
3. Kita seharusnya tidak membiarkan charger tetap dicolokkan stop kontak setelah selesai menggunakan
Aturan keamanan mengatakan bahwa charger harus dicabut setelah menggunakannya karena bisa saja menyebabkan percikan api saat lonjakan listrik.
Situasi semacam itu jarang terjadi sehingga , namun kita harus mencabut charger dari stop kontak ketika:
- Rumah tidak memiliki proteksi petir, sehingga sering terjadi lonjakan listrik dan listrik sering mati.