Sleman
25 Pemuda Karang Taruna Protes Pembangunan Showroom di Lapangan Sendangagung Sleman
Aksi protes tersebut dilakukan oleh sebanyak 25 pemuda Karang Taruna yang dipicu oleh kurangnya sosialisasi pemerintah desa kepada warga.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM – Sejumlah spanduk bertuliskan ungkapan protes terhadap pemerintah Desa Sendangagung, Minggir, Sleman, terpajang di deretan proyek yang mulai dibangun di Lapangan Sendangagung pada Minggu, (29/7/2018).
Spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh Pemuda Karang Taruna Desa Sendangagung saat melakukan aksi protes terhadap rencana pemerintah desa setempat, yang tanpa sepengetahuan warga membangun showroom, yang juga dianggap merampas ruang terbuka warga.
Baca: Pemuda Karang Taruna Protes Proyek Pembangunan di Lapangan Sendangagung Sleman
Seorang pemilik kios yang berada di pinggir lapangan, yang rencananya kiosnya juga akan dibongkar untuk teras showroom mengaku belum tahu mau dijadikan apa showroom tersebut dan kapan akan dilakukan pembongkaran terhadap kiosnya.
“Dulu sempat dikumpulkan sekali, tapi belum tahu mau dibagaimanakan showroomnya nanti. Kalau rencana disini mau dibongkar saya juga belum tahu. Di sini ramai, kalau sore untuk aktifitas pemuda dan kalau hari besar digunakan untuk pusat kegiatan warga,” ungkap pemilik kios yang enggan disebut namanya tersebut pada Tribunjogja.com.
Babinkamtibnas Polsek Minggir, Aiptu Kamarudin menjelaskan, aksi protes tersebut dilakukan oleh sebanyak 25 pemuda Karang Taruna yang dipicu oleh kurangnya sosialisasi pemerintah desa kepada warga.
“Lapangan ini kan biasa digunakan oleh warga sebagai tempat untuk beraktifitas, baik sholat id, lomba 17 an, olahraga anak-anak SD, bermain sepak bola saat sore, jualan maupun upacara 17 an di kecamatan. Dari Desa dianggap tidak melakukan sosialisasi. Dari pemuda melakukan protes karena itu merupakan tempat mereka beraktifitas,” terangnya.
Kamarudin menjelaskan, lahan lapangan yang keberadaannya tepat berada di depan Balai Desa Sendangagung dan di dekat Kantor Kecamatan Minggir, sebenarnya sudah sempit dan tidak standar untuk dijadikan tempat olahraga.
Baca: Proyek Showroom UMKM Sendangagung Terkait dengan Rencana JORR
Ditambah dengan akan adanya proyek showroom, akan bertambah sempit lagi.
“Kalau ukuran tidak standar. Tapi disini tempatnya sangat strategis. Jalan alternatif yang digunakan jika mau ke Magelang maupun ke Kulonprogo. Dekat dengan Kecamatan dan Pasar juga. Nanti disini juga rencana sebagai jalan alternatif ke New Yogyakarta International Airport (NYIA),” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sendangagung R Heru Prasetyo Wibowo mengungkapkan pembangunan Showroom tersebut nantinya digunakan sebagai tempat kerajinan yang dihasilkan oleh UMKM setempat.
Selain itu, showroom tersebut merupakan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari pusat yang dilakukan melalui PU Provinsi.
Dimana di DIY hanya ada 25 tempat saja.
“Untuk di Sleman hanya ada 5 tempat. Kita kemarin lakukan komunikasi, dan yang ditunjuk di Desa Sendangagung karena strategis. Kami dari desa menyiapkan lahan dan harus segera mengambil sikap. Lalu kami mengambil langkah untuk mendirikan di lapangan,” katanya.
Heru juga mengungkapkan, sebelum adanya proyek tersebut, pemerintah desa sebenarnya sudah ingin mencarikan lahan untuk dijadikan lapangan baru yang lebih strategis.
“Kita masih proses mencari lahan, malah sebelum ada proyek ini. Namun mencari lahan juga butuh waktu. Mungkin dari kita kurang komunikasi ke warga karena memang harus cepat mengambil langkah,” terangnya.
Baca: Kades Sendangagung Sebut Proyek Showroom Program dari Pemda DIY
Dia menjelaskan, nantinya showroom tersebut akan dibangun 2 lantai sebagai tempat UMKM yang diharap mendongkrak perekonomian masyarakat.
Pemilihan lapangan sebagai tempat showroom dianggap strategis karena nantinya Sendangagung menjadi gerbang untuk menhadapi NYIA.
Selain itu, juga terkait akan adanya rencana proyek Jogja Outer Ring Road (JORR) yang nantinya akan melewati Desa Sendangagung.
“Kita pasti respon keluhan warga. Isu berkembang saya dianggap yang menerima langsung, padahal dari Bidang Kerjasama Antar Desa (BKAD). Showroom tersebut nantinya diserahkan sebagai aset desa. Kita juga memperhitungkan prospek ke depan,” lanjutnya.
Sementara itu, beberapa warga setempat yang juga melihat aksi Karang Taruna enggan berkomentar dan memilih untuk diam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/25-pemuda-karang-taruna-protes-pembangunan-showroom-di-lapangan-sendangagung-sleman_20180729_154833.jpg)