Sleman

Kades Sendangagung Sebut Proyek Showroom Program dari Pemda DIY

Kepala Desa Sendangagung, Minggir, Sleman menampik tuduhan bahwa proyek pembangunan showroom UMKM dilakukan demi bisnis desa.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Papan keterangan proyek pembangunan showroom di Lapangan Sendangagung, Minggir, Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Desa Sendangagung, Minggir, Sleman menampik tuduhan bahwa proyek pembangunan showroom UMKM dilakukan demi bisnis desa.

Pernyataan tersebut untuk menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemuda dari Karang Taruna setempat.

"Ini program dari pemerintah pusat, pelaksanaannya lewat Dinas Pekerjaan Umum (PU) DIY," ujar R Heru Prasetyo Wibowo selaku Kades Sendangagung pada Tribunjogja.com, Minggu (29/07/2018).

Baca: Pemuda Karang Taruna Protes Proyek Pembangunan di Lapangan Sendangagung Sleman

Heru mengungkapkan, ada 25 proyek serupa yang dilakukan di seluruh DIY.

Kabupaten Sleman sendiri kebagian lima proyek.

Kelurahan Minggir ditunjuk menjadi satu dari beberapa lokasi proyek, di mana pelaksanaaannya dilakukan di tiga desa.

Satu di antaranya adalah Desa Sendangagung.

"Sendangagung dipilih karena posisinya strategis, dan diharapkan menjadi gerbang Sleman Barat untuk mengantisipasi NYIA nanti," jelas Heru.

Heru menyebutkan pihaknya hanya menyiapkan lahan, sedangkan seluruh kegiatan pembangunan dilakukan di bawah Kementerian PUPR.

Ia pun menyatakan sudah melakukan pertemuan dengan para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan warga.

Baca: Angka Harapan Hidup di Sleman Tinggi, Wabup Ajak Masyarakat Terus Terapkan Pola Hidup Sehat

Namun saat itu tidak semua hadir.

"Proyek ini ke depannya juga akan membawa manfaat jangka panjang untuk warga," kata Heru.

Showroom UMKM yang baru mulai dikerjakan seminggu lalu ini nantinya akan dijadikan sebagai pusat oleh-oleh.

Kerajinan dan produk lokal pun akan ditampilkan.

Heru menyatakan saat ini sedang mencarikan lahan pengganti lapangan tersebut, mengingat lapangan yang saat ini akan dikembangkan untuk proyek lebih lanjut.

"Lahan baru sedang kita cari, masih butuh proses panjang," kata Heru.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved