Bantul

Menggali Nilai Pancasila Bersama Para Nelayan

Menggali Nilai Pancasila Bersama Para Nelayan di Kawasan Wisata Pantai Depok.

Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Yosef Leon Pinsker
Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, Heru Santoso (kanan) saat berinteraksi dengan para nelayan dalam kegiatan Sarasehan Pancasila yang digelar di Pendapa RM Segara Pantai Depok, Kretek, Bantul, Jumat (27/7/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Putaran ketiga sarasehan 'Menggali Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari' kembali  digelar Panitia Bersama Bulan Pancasila 2018 bekerja sama dengan Koperasi Wisata Mina Bahari 45 pada Jumat, (27/7/2018) di Pendapa RM Segara Pantai Depok Kretek Bantul.

Menghadirkan sejumlah pemantik sarasehan yakni Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, Heri Santoso, Kepala Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Achmad Charris Zubair dan dimoderatori oleh Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra.

Peserta sarasehan merupakan pengurus dan anggota Koperasi Wisata Mina Bahari 45, kalangan nelayan dan para pedagang restoran ikan laut yang berada di kawasan Pantai Depok.

Pantai Depok dalam dua dekade terakhir berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di DIY yang banyak menyedot wisatawan.

Terlebih di kawasan tersebut juga terdapat landasan pesawat terbang aeromodeling yang kerap diselenggarakan event-event skala internasional.

Baca: Evaluasi OPD Pemkab Bantul, Kecamatan Kasihan Rangking Pertama, Kesbangpol Raih Posisi Terendah

Rangkaian sarasehan Pancasila sengaja memilih lokasi penyelenggaraan di tengah-tengah aktivitas publik dengan tujuan agar eksplorasi implementasi nilai-nilai Pancasila dapat lebih kongrit bersumber dari pengalaman nyata di lapangan.

Dinamika sosial ekonomi koperasi wisata nelayan kiranya merupakan model menarik mengingat koperasi secara konstitusional merupakan model daripada ekonomi Pancasila.

Dalam sarasehan tersebut, panitia sengaja membawakan materi yang ringan dan seru kepada para peserta dengan mengetengahkan permainan yang memiliki makna dari setiap sila yang ada dalam Pancasila.

"Kadang-kadang kita sering menuduh orang korupsi, membuat kekacauan, tetapi dengan permainan ini kita jadi tahu kadang-kadang kita sumber kekacauan, kita sendiri punya potensi korupsi, sehingga model permainan ini kita kembangkan untuk mendalami sila dalam Pancasila," ujar Heri. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved