Bisnis
Meskipun Rupiah Anjlok, Penjualan Mobil Bekas Biasa-biasa Saja
Menurut mereka, anjloknya rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh sama sekali terhadap tingkat penjualan mobil bekas.
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meskipun harga jual mobil baru digadang-gadang akan naik oleh sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) dikarenakan kondisi rupiah yang anjlok terhadap dollar Amerika Serikat (AS), kondisi tersebut tidak serta merta menaikkan tingkat penjualan mobil bekas di Yogyakarta.
Logikanya, dengan harga mobil baru yang melambung, alih-alih membeli yang mobil baru, konsumen tentu saja akan akan lebih memilih mobil bekas karena harganya yang cenderung stabil.
Namun, sejumlah penjual menepis anggapan tersebut.
Menurut mereka, anjloknya rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh sama sekali terhadap tingkat penjualan mobil bekas.
Bahkan mereka mengaku, kondisi pasar mobil bekas saat ini sedang lesu dibandingkan tahun lalu.
Baca: Tips Membeli Mobil Seken : Seperti Ini Ciri-ciri Mobil Bekas Tabrakan
Manajer Marketing GOGO Mobilindo, Oka Prasetyo mengatakan pasar mobil bekas memang ada siklusnya tersendiri.
Ada masa-masa ketika penjualan tinggi dan begitu pula sebaliknya, dan pada bulan ini merupakan masa paceklik bagi penjualan mobil bekas yang berlangsung sejak setelah Lebaran lalu.
Namun, Oka mengatakan, penjualan mobil bekas berpeluang tinggi menjelang tahun ajaran baru mendatang.
Hal tersebut diakibatkan banyaknya permintaan mobil bekas dari para mahasiswa yang baru masuk kuliah.
"Biasanya ramai (pembeli-red) ketika sebelum Lebaran, sesudah itu sepi kembali. Nanti ramai kembali kemungkinan pengalaman tahun-tahun kemarin ya, itu pas mendekati tahun ajaran baru. Agustus - September sudah mulai ramai, karena anak kuliah sudah mulai masuk," katanya saat ditemui Tribunjogja.com, Selasa (24/7/2018).
"Kalau untuk bulan ini, penjualan ditempat kita turun, bukan sepi dalam artian sama sekali tidak ada penjualan, tapi yang biasanya umpamanya sebulan kita bisa jual 80 unit, bulan ini kita baru bisa jual 50," sambungnya.
Baca: Cari Mobil Bekas? Ini Daftar Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 120 Juta
Dia pun mengklaim, bahwa kondisi ini secara umum dialami juga oleh para penjual mobil bekas lainnya di Yogya yang turut mengalami penurunan penjualan.
Pada tahun ini, aku Oka, pihaknya rata-rata bisa menjual mobil sebanyak 80 unit per bulannya, sementara pada tahun lalu menurutnya penjualan bisa mencapai rata-rata 90 unit per bulannya.
"Yang mendominasi penjualan masih tipe city car dan Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), premium juga tetap ada kita stocknya tapi ga bisa kita bilang ramai juga karena pasarnya juga tertentu," ujarnya.