Pendidikan

Atasi Sekolah yang Kekurangan Murid, Pemkab Gunungkidul Akan Terapkan Program Retrifel

Program retrifel adalah program penarikan kembali anak sesusia SMP agar masuk ke sekolah menengah pertama, agar kuota sekolah dapat terpenuhi.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Program retrifel akan diberlakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul agar sekolah negeri yang kekurangan murid dapat menambah peserta didik untuk mencukupi kuota sekolahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Kisworo saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (19/7/2018).

Baca: Pemkab Gunungkidul Belum Dapatkan Kepastian tentang Zonasi Guru

"Program retrifel adalah program penarikan kembali anak sesusia SMP agar masuk ke sekolah menengah pertama, agar kuota sekolah dapat terpenuhi," katanya.

Ia mengatakan saat ini yang banyak sekolah pinggiran di Kabupaten Gunungidul yang tidak mampu memenuhi kuota muridnya dikarenakan lulusan SD lebih sedikit dari pada kursi SMP yang disediakan.

"Terutama sekolah yang berada dipinggiran banyak yang kekurangan seperti SMP 3 Tepus, SMP 2 Tepus, SMP 1 Tanjungsari, SMP 2 Tanjungsari, SMP 3 Saptosari, SMP 2 Saptosari," katanya.

Dengan program retrifel ia berharap anak usia SMP dapat tetap bersekolah di sekolah negeri yang masih tersedia kursinya.

"Prinsipnya adalah anak usia SMP harus sekolah, Pemda sudah siapkan kursinya," imbuhnya.

Sementara itu kepala SMP 2 Paliyan, Sobhari mengatakan sekolahnya tidak mampu memenuhi kuota yang tersedia.

Baca: Sekolah Negeri Pinggiran di Gunungkidul Alami Kekurangan Murid

"Karena sekolah kami sekolah pinggiran dan jauh jadi kami kesulitan untuk memenuhi kuota kursi yang disediakan saat PPDB yang mendaftar resmi secara online hanya ada 41 siswa sedangkan kami menyediakan 128 kursi," katanya.

Ia mengatakan hanya 37 siswa yang melakukan pendaftaran ulang sedangkan 4 siswa lainnya tidak mendaftarkan ulang dirinya.

"Yang mendaftarkan ulang ada 37 tetapi setelah itu kami memasukkan 3 siswa kembali dan akan dilaporakan kepada dinas karena ini termasuk retrifel," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved