Tips, Cara Sehat Memasak Mi Instan

Apa dampaknya jika terlalu banyak mengonsumsi mi instan? Gunakan cara memasak mi instan berikut untuk meminimalisir efeknya

Editor: Mona Kriesdinar
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Mereka yang mengonsumi mi instan dua kali atau lebih dalam satu pekan, memiliki resiko terkena sindrom metabolisme lebih tinggi daripada yang lainnya.

Kesimpulan ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Korea Selatan dan telah diterbitkan di Journal of Nutrition edisi 1 Agustus 2014, tentang efek berbahaya mengonsumsi mi instan.

Nah bagaimana caranya untuk meminimalisir efek negatif mengonsumsi mi instan ini?

Seorang ahli gizi di Amerika Utara, Lisa Young yang merupakan profesor di New York University memberikan sejumlah tips.

"Untuk meredam efek negatif mi instan tanpa harus berhenti sama sekali, maka yang pertama adalah jangan mengonsumsinya setiap hari," tandasnya.

Kedua, ia menyarankan untuk mengotrol porsi makanan supaya tidak berlebihan. Buatlah dengan porsi kecil kemudian ditambahkan dengan sayuran atau makanan nonolahan yang sehat lainnya.

Sejumlah tips lainnya juga bisa anda praktikan, semisal merebus mi instan dengan air mendidih kemudian mengaduk mi hingga mengembang. Maksudnya supaya kandungan berbahaya yang ada di mi kering bisa larut bersama air.

Kemudian air yang digunakan untuk merebus mi, dibuang lalu diganti dengan air hangat yang baru.

Anda juga jangan menambahkan bumbu yang dimasak bersamaan dengan memasak mi.

Bumbu lebih baik dicampurkan setelah mi instan ditiriskan. Atau akan lebih sehat jika anda membuat bumbu mi sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang biasa ada di dapur.

Kemudian tambahkan pula dengan sayuran-sayuran sehat atau telur. Nah, silahkan bisa dipraktikan tips sederhana ini. (TRIBUNJOGJA.com)

Sumber : Live Science/Berbagai Sumber

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved